Keluhan GoPay Tak Berdampak pada Layanan Gojek

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 18:53 WIB
Keluhan GoPay Tak Berdampak pada Layanan Gojek Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dompet digital besutan Gojek belakangan ini mendapat berbagai keluhan dari pelanggan terkait 'pemaksaan' mitra driver agar pelanggan mau mengisi saldo Gopay.

Keberadaan keluhan-keluhan ini sudah diakui oleh Gojek. Menanggapi hal ini, Senior VP Product Marketing Gopay Galuh Chandra mengatakan keluhan ini tidak memberikan dampak negatif dalam layanannya.

Bagi Galuh tujuan isi ulang ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNT).
"Isi ulang lewat driver tujuannya agar pengguna lebih gampang, driver lebih gampang cair uangnya dan dapat poin juga. Tapi semua komplain masih dalam kondisi yang aman dan tidak berdampak pada layanan Gopay," kata Galuh dalam jumpa pers acara diskusi Gopay Day di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11).


Tak Ada Minimal

Lebih lanjut Galuh juga membantah adanya minimal pengisian isi ulang Gopay. Tapi, ia tidak membantah adanya minimal pengisian isi ulang yang dipatok oleh mitra driver dengan tujuan agar memiliki uang tunai.

"Tapi sebenarnya kami tidak punya (minimal). Tapi tidak menutup kemungkinan mitra driver kami melakukan yang di luar dari apa yang kami tentukan," kata Galuh.
Galuh mengatakan pihaknya selalu melakukan 'kopi darat' untuk memberikan edukasi terkait isi ulang ini bagi para mitra. Selain memberikan poin tambahan, isi ulang ini juga menguntungkan mitra karena memberikan uang tunai kepada mereka.

"Isi ulang itu untuk menguntungkan pengguna dan juga menguntungkan driver, sehingga mereka punya uang tunai langsung tanpa langsung ke ATM dan mendapatkan poin," kata Galuh.

Galuh mengakui mitra driver memang sering membulatkan nominal isi ulang. Misalnya, ketika konsumen mau isi Rp23 ribu, mitra menyarankan untuk isu Rp25 ribu. Bisa saja, mitra pengemudi juga tidak memiliki uang kembalian

"Tapi misal Rp23 ribu. Jadi susah kali ya cari Rp2 ribu. Jadi mungkin dia menyesuaikan dengan jumlah uang yang ada di kantong," ujar Galuh. (jnp/age)