Mitsubishi Pecat Ghosn, Bukti Merek Jepang Tak Butuh Sosoknya

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 10:56 WIB
Mitsubishi Pecat Ghosn, Bukti Merek Jepang Tak Butuh Sosoknya Pemecatan Ghosn berdasarkan pemungutan suara anggota dewan Mitsubishi. (Foto: Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi Motors Corp pada Senin (26/11) mengumumkan resmi mencopot Carlos Ghosn sebagai Direktur Perwakilan dan Ketua Dewan MMC menyusul penangkapan dan pemecatannya dari perusahaan aliansi Nissan Motor Co pekan lalu karena dugaan pelanggaran keuangan.

Pemecatan Ghosn berdasarkan pemungutan suara anggota dewan Mitsubishi, yang sekaligus menandai berakhirnya jabatannya sebagai petinggi produsen otomotif Jepang, Mitsubishi Motors yang sempat diguncang skandal kecurangan emisi gas buang pada 2016.

"Ghosn telah kehilangan kepercayaan dari Nissan dan sulit baginya untuk memenuhi tugasnya," tulis Mitsubishi dalam sebuah pernyataan resmi dilansir Reuters, Selasa (27/11).


Pihak MMC menjelaskan adalah Direktur dan CEO MMC Osamu Masuko yang menggantikan posisi Ghosn untuk sementara hingga Rapat Umum Pemegang Saham digelar. Penunjukan Masuko sebagai Ketua Dewan MMC hasil dari rapat internal Dewan Direksi MMC kemarin.

Pemerintah Prancis memiliki 15 persen saham Renault. Karena kemitraan Renault dan Nissan, berarti Prancis juga menahan 43,4 persen saham Nissan. Nissan memegang 34 persen saham Mitsubishi Motors.

Kendati Nissan menjadi mitra 'junior' dalam struktur pemegang saham, namun penjualan Nissan berkembang pesat atau hampir 60 persen lebih besar dari Renault dan Mitsubishi yang dalam setahun tidak sanggup menjual 1 juta unit kendaraan.

Para eksekutif aliansi akan bertemu pekan ini di Amsterdam, Belanda. Dalam agenda pertemuan tersebut bertujuan untuk melindungi operasi gabungan ketiga perusahaan pasca-Ghosn ditangkap otoritas Jepang di Bandara Haneda.

Sejauh ini dari ketiga perusahaan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, cuma Renault yang masih menahan diri untuk tidak memecat Ghosn sebagai Ketua Dewan dan CEO Renault.

Masuko menjelaskan pihaknya harus segera meredam 'skandal Ghosn' yang telah terjadi selama 1 pekan terakhir. Menurut Masuko, pihaknya sudah memiliki rencana untuk membahas posisinya dalam aliansi, seperti mempertahankan daya saing Mitsubishi dalam hal daerah pemasaran dan teknologi.

Kekuasaan Terkonsentrasi pada Ghosn

CEO Nissan Hiroto Saikawa mengatakan kepada karyawannya pada Senin (26/11) bahwa kekuasaan terlalu terkonsentrasi pada Ghosn, dan ke depannya komunikasi diharapkan terjalin antara anggota dewan aliansi dan eksekutif aliansi untuk menjaga independensi dan menghasilkan sinergi yang kuat di antara produsen, kata juru bicara Nissan.

Di satu sisi, 'dosa' lain Ghosn dikabarkan akan merger antara Renault dan Nissan atas desakan pemerintah Perancis, meskipun ada penolakan dari perusahaan Jepang. Namun sebelum rencana besar ini terwujud, Ghosn justru ditangkap.

Kabar merger antara Renault-Nissan ini disebut akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, mengutip Nikkei.com beberapa waktu lalu. (mik)




BACA JUGA