BMKG Sebut El Nino Tak Banyak Berdampak Bagi Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 12:33 WIB
BMKG Sebut El Nino Tak Banyak Berdampak Bagi Indonesia Ilustrasi fenomena El Nino. (Foto: REUTERS/Gene Blevins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena El Nino yang diprediksi terjadi selama tiga bulan tidak akan berpengaruh besar bagi Indonesia. Pasalnya, saat fenomena tersebut terjadi, di Indonesia sedang memasuki musim hujan.

El Nino merupakan kejadian memanasnya suhu air laut di Samudra Pasifik hingga di atas rata-rata suhu normal. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya fenomena alam seperti kekeringan.

"Kondisi fenomena El Nino bersamaan dengan datangnya musim hujan di wilayah Indonesia sehingga tidak begitu signifikan mempengaruhi cuaca atau iklim di Indonesia," kata kepala Bagian Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/11).


Harry mengatakan masa transisi atau pancaroba itu umumnya terjadi pada September, Oktober, hingga November. Ia juga mengatakan masa setiap daerah di Indonesia memiliki puncak musim hujan yang berbeda-beda.

"Untuk puncak musim hujan tiap daerah berbeda-beda secara umum puncak musim hujan pada Desember, Januari, dan Februari. Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek pada Januari - Februari," jelasnya.

Sebelumnya, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut 75-80 persen kemungkinan fenomena El Nino bakal terjadi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Hal itu diperkirakan akan berdampak pada perubahan pola cuaca di beberapa kawasan.

Analisis WMO menyebutkan bahwa El Nino kemungkinan akan terjadi pada Desember 2018 hingga Februari 2019, dengan 60 persen kemungkinan berlanjut hingga April 2019.

Fenomena El Nino dipicu oleh pemanasan berkala di Samudera Pasifik. Biasanya, fenomena ini akan muncul setiap tiga hingga tujuh tahun sekali. (jnp/evn)