Jika Soyuz Gagal Meluncur, ISS Bisa Beroperasi Tanpa Awak

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 17:18 WIB
Jika Soyuz Gagal Meluncur, ISS Bisa Beroperasi Tanpa Awak Roket Soyuz MS-11. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika peluncuran roket Soyuz pada hari ini tidak berjalan lancar, maka ada kemungkinan stasiun luar angkasa internasional itu akan ditinggalkan tanpa awak. Hal ini bermula dari kegagalan roket Soyuz milik Rusia untuk mengantarkan dua astronaut ke stasiun antariksa internasional pada Oktober lalu. Akibat keterlambatan pengiriman kru pengganti tersebut, saat ini stasiun luar angkasa itu tengah kekurangan kru.

"Jika Soyuz, dengan alasan apapun, tidak berhasil mengorbit, kru harus kembali ke bumi pada akhir tahun ini," jelas Shannon Walker, astronaut NASA kepada ABC News, Senin (3/12).

Meski demikian menurut Walker, stasiun luar angkasa itu mampu bertahan tanpa awak dalam waktu lama. Stasiun itu bisa dioperasikan dengan sokongan banyak sistem otomatis yang dikendalikan dari bumi.


Tiga kru yang akan diterbangkan sore ini adalah Anne McClain dari NASA, David Saint-Jacques dari Agensi Kanada dan Oleg Kononenko dari agensi antariksa Rusia Roscosmos.

Tiga astronaut yang akan meluncur ke orbit sore ini dijadwalkan akan menggantikan tiga astronaut yang sudah bertugas di stasiun luar angkasa itu sebelumnya, astronaut NASA Serena Auñón-Chancellor, German astronaut Alexander Gerst, and Russian cosmonaut Sergey Prokopyev. Tiga kru baru ini akan tiba sebelum jadwal kerja kru sebelumnya berakhir.

Tiga kru baru ini seharusnya diberangkatkan ke ISS pada 20 Desember mendatang. Mereka seharusnya bergabung dengan dua astronaut yang dijadwalkan berangkat Oktober lalu, Nick Hague dari NASA dan kosmonaut Rusia Aleksey Ovchinin.

Jika ketiga kru ini tidak berhasil mencapai luar angkasa hingga akhir Desember, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, meluncurkan roket Soyuz kosong ke luar angkasa untuk memperpanjang masa kerja kru yang saat ini bertugas. Kedua, kru yang saat ini bertugas terpaksa meninggalkan stasiun ketika masa hidup kapsul berakhir dan membiarkan stasiun tersebut kosong.

Masa hidup Soyuz di luar angkasa hanya berlangsung selama 200 hari di luar angkasa sebelum akhirnya kembali ke bumi. Sehingga, kru yang saat ini bertugas di ISS awal Juni lalu menggunakan kapsul Soyuz sudah hampir habis masa tugasnya, seperti diberitakan The Verge.

Soyuz rencananya akan meluncur pukul 18:31 waktu setempat dari lapangan peluncuran Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan. NASA berencana untuk menyiarkan peluncuran ini secara langsung.

Setelah pesawat ulang alik ISS dihentikan operasionalnya pada 2011, Soyuz jadi satu-satunya roket dan kapal untuk mengantarkan para astronaut dan kosmonaut ke stasiun luar angkasa.

Gagalnya peluncuran Soyuz pada Oktober lalu adalah kali pertama dalam sejarah 30 tahun peluncuran roket Soyuz. Berdasarkan hasil investigasi agensi antariksa Rusia, Roscomos, kegagalan peluncuran Oktober lalu akibat kerusakan sensor di roket yang hancur saat perakitan di Baikonur.

Soyuz adalah salah satu roket luar angkasa yang terpercaya dalam sejarah peluncuran luar angkasa. Terakhir kali kegagalan Soyuz mengudara terjadi pada 1983. (eks/mik)