2 Stasiun 'Fast Charging' Diresmikan di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 18:33 WIB
2 Stasiun 'Fast Charging' Diresmikan di Indonesia Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS) 50 kW di kantor BPPT MH Thamrin, Jakarta (5/11). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat stasiun pengisian listrik umum untuk kendaraan listrik yang berdaya cepat atau sudah menggunakan teknologi "fast charging".

Ada dua stasiun pengisian yang sudah berdiri. Satu berlokasi di kantor BPPT di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat dan satu lagi berada di B2TKE-BPPT Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.

"Gini kami inginkan sistem seperti ini bisa dipasang di berbagai tempat dan ini pertama kalinya quick charging ada di Indonesia," kata Deputi BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani di kantor BPPT, kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).


Stasiun pengisian daya listrik kendaraan milik BPPT ini mempunyai kapasitas 50 kW. Klaim Eniya baterai dapat terisi penuh dalam satu kali pengisian durasi 30 menit.

Di stasiun pengisian ada tiga colokan berbeda, jenis AC, DC (CCS), dan DC CHAdeMO. Ketiganya sedang dipelajari agar bisa menemukan standar yang tepat buat pemakaian pengisian kendaraan listrik di Indonesia.

"Nah kalau ada banyak charge seperti quick ini di berbagai tempat kaya di mal dan lainnya. Terutama saya ingin ada di gedung kementerian. Ini juga semacam introduce ke masyarakat," katanya.

Sumber energi stasiun pengisian ini berasal dari fotovoltaik (PV). Teknologi itu, yang terintegrasi dengan panel surya, mengubah energi matahari menjadi listrik.

"Tapi untuk yang roof top-nya menggunakan PV di stasiun pengisian di Serpong. Kalau di BPPT Thamrin masih pakai listrik PLN," ujar Eniya.

2 Stasiun 'Fast Charging' Diresmikan di IndonesiaBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS) 20 kW di B2TKE-BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan (5/11). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Apresiasi Istana

Pada kesempatan yang sama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengapresiasi langkah BPPT membuat stasiun pengisian listrik untuk kendaraan.

Menurut Moeldoko hal ini adalah waktu yang tepat mengembangkan industri otomotif agar lebih bersih terutama dari sisi lingkungan.

"Untuk itu, ini saatnya, kalau tidak sekarang kapan lagi. Indonesia harus membuat sebuah loncatan. Masa depan adalah baterai, baterai adalah masa depan," kata Moeldoko.

Selain Moeldoko, turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim, Director of Coordination & Development Division Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Ogi Ikematsu, dan segenap pejabat lainnya.

"Kami menyambut positif langkah BPPT dan Pemerintah dalam proses transisi dan percepatan pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia," kata Ikematsu.

Peresmian stasiun pengisian listrik cepat ini pun diakhiri dengan iring-iringan kendaraan listrik yang terdiri dari Tesla Model X, Mitsubishi i-Miev, Outlander PHEV, dan rombongan sepeda listrik menuju B2TKE-BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan.

Kedua statiun pengisian BPPT bisa digunakan masyarakat yang memiliki kendaraan listrik secara gratis, sampai waktu yang belum ditentukan.

"Jadi ini juga semacam CSR BPPT, masyarakat sekarang boleh dan gratis isi listrik mobilnya di tempat kami," kata Senior Researcher (EV & RE) BPPT Ganesha Tri Chandrasa. (ryh/fea)