Jokowi Tanda Tangan Perpres Mobil Listrik Tahun Depan

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 20:32 WIB
Jokowi Tanda Tangan Perpres Mobil Listrik Tahun Depan Stasiun Pengisian Listrik milik BPPT. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik ditargetkan ditandatangani Joko Widodo (Jokowi) pada awal 2019 menurut pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Saat ini industri otomotif menanti gambaran masa depan yang bakalan dibentuk pemerintah menghadapi perkembangan global. Perpres itu juga diyakini bisa menentukan posisi Indonesia dalam komunitas otomotif internasional.

"Targetnya awal 2019, makin cepat makin bagus. Karena sudah semakin menggeliat kencang di Indonesia mobil listrik," kata Moeldoko saat ditemui di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Rabu (5/12).


Dia mengatakan draf Perpres tersebut sekarang sedang 'dikoreksi' oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim). Sebelumnya draf Perpres telah melewati proses kajian panjang di beberapa Kementerian, termasuk Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Perindustrian.

Draf Perpres itu sendiri diketahui sudah berada di kantor Menteri Kemenko Maritim Luhut B Pandjaitan sejak 15 Oktober 2018.

"Saat ini sedang dalam penyelarasan. Dari ESDM sudah, Perindustrian sudah, sekarang sedang diselaraskan di Kemenkomaritim," kata Moeldoko.


Bersiap Melalui Stasiun Cas


Demi menyambut era kendaraan listrik, menurut Moeldoko pemerintah juga sudah mulai merangkai segala infrastruktur penunjang. Salah satunya dengan membangun stasiun pengisian listrik untuk kendaraan.

BPPT disebut sudah mulai melakukan hal tersebut. Diharapkan, secara bertahap, stasiun pengisian listrik kendaraan dapat dibangun di berbagai tempat di Tanah Air.

"Kesiapannya sudah di inisiasi BPPT mulai dari stasiun pengisian. Secara bertahap akan dimasifkan di tempat-tempat yang prioritas, di mana mobil-mobil listrik akan kumpul. Bisa di stasiun kereta atau mal yang memang menjadi tujuan publik," ucap Moeldoko.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang juga berada di kantor BPPT mendukung era percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Bagi Budi kendaraan "hijau" merupakan masa depan industri otomotif.

"Mobil listrik adalah kendaraan masa depan. Oleh karenanya kita ya harus dukung," kata Budi.

Perwakilan pelaku industri, Director of Coordination & Development Division Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Ogi Ikematsu, yang juga berada di kantor BPPT, menyampaikan, sebagai produsen pihaknya belum menentukan kapan mulai menjual mobil listrik di Indonesia.

Kata Ikematsu, saat ini Mistubishi masih meraba pasar sembari menunggu waktu yang tepat memasarkan mobil listrik.

"Kami punya tujuan untuk melakukannya suatu saat nanti, tapi belum sekarang karena (Perpres) belum diputuskan. Tapi kami mencoba untuk menjadi yang terdepan di mobil listrik di Indonesia, jadi kita sedang melakukan banyak adjusment untuk diluncurkan di Indonesia secepatnya," kata Ikematsu. (ryh/fea)