Hati-hati Jebakan Trik Diskon Harbolnas

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 19:43 WIB
Hati-hati Jebakan Trik Diskon Harbolnas Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Trik menaikkan harga sebelum didiskon seringkali ditemukan di e-commerce saat Harbolnas. Misalkan saja earphone Seinhasser MX 475 yang dijual seharga Rp524 ribu sebelum didiskon. Padahal di e-commerce lainnya earphone ini dibanderol dengan harga RP469 ribu tanpa diskon. Meski demikian, harga setelah diskon memang jadi lebih murah, hanya Rp 399 ribu saja.

Contoh lain adalah penjualan harga minyak goreng. Minyak merek tertentu dijual Rp126 ribu per enam kantung kapasitas 2 liter. Harga sebelum diskon Rp197.400 dan dijual dengan embel-embel diskon 36 persen.

Jika dihitung ulang, harga tiap kantung minyak goreng sebelum didiskon dipasang dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga pasaran. Sebelum diskon, harga satuannya menjadi Rp32.900.


Padahal ketika dicek ke e-commerce lain, harga satuan tanpa diskon hanya Rp21.300 per kantung. Dibandingkan dengan harga toko retail, minyak goreng itu hanya dibanderol Rp23 - Rp 25 ribu. Sementara harga setelah diskon, sekitar Rp21 ribu. Artinya potongan harga tidak yang diberikan sebenarnya hanya berbeda tipis saja.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan agar konsumen selalu waspada di tengah-tengah euforia Hari Belanja Nasional Indonesia 12.12 (Harbolnas). YLKI menyarankan agar konsumen tidak membabi buta ketika berbelanja di Harbolnas.

1. Perhatikan diskon
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menyarankan konsumen harus selalu mengecek kembali harga awal yang didiskon. Tulus mengatakan konsumen harus cerdas memerhatikan bahwa harga yang didiskon bukan harga yang telah dinaikkan terlebih dahulu sebelum didiskon.

"Pastikan bahwa diskon yang diberikan adalah diskon yang sesungguhnya bukan diskon abal-abal dengan cara menaikkan harga lebih dulu," kata Tulus dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (12/12).


2. Pastikan penjual kredibel
Tulus kemudian juga menyarankan agar pembeli meriset terlebih dahulu popularitas platform e-commerce. Pembeli bisa berkomunikasi terlebih dahulu ke penjual atau pembeli bisa mencari e-commerce tersebut di mesin pencari.

"Pastikan bahwa konsumen berinteraksi dengan pelaku belanja online yang kredibel, dengan identitas jelas. Cek reputasinya via mesin mencari bahwa reputasi pedagang online tidak banyak dikomplain konsumen," kata Tulus.

3. Perhatikan sistem pengaduan
Lebih lanjut Tulus mengatakan pembeli harus memastikan e-commerce memiliki sistem penanganan aduan yang jelas. Hal ini untuk mengantisipasi apabila pembeli memiliki komplain kepada e-commerce tersebut.

"Pastikan bahwa pelaku pedagang online mempunyai mekanisme penanganan pengaduan yang jelas. Sebab salah satu keluhan utama konsumen adalah susahnya konsumen mengakses pengaduan jika produknya mengalami masalah. (jnp/eks)