Studi ini membantah hipotesa sebelumnya yang menyebut kalau penyebab tsunami akibat adanya saluran air di bawah laut Palu yang menyebabkan air naik ke atas teluk atau osilasi teluk.
"Analisis kami sepenuhnya mengesampingkan spekulasi itu," kata Mohammad Heidarzadeh, Asisten Profesor Teknik Sipil di Brunel yang memimpin studi ini, seperti tertulis pada situs Universitas Brunnel London. "Kami membuktikan bahwa osilasi teluk tidak dapat membuat ombak setinggi 11 meter."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkiraan lokasi terjadinya longsor bawah laut penyebab tsunami Palu, Sulawesi (brunel.ac.uk) |
Analisis permukaan laut menunjukkan bahwa tsunami Sulawesi memiliki periode gelombang yang pendek. Ini sejalan dengan gelombang yang dihasilkan oleh longsoran. Tsunami akibat longsoran biasnya memiliki periode antara 3 sampai 4 menit. Sementara tsunami akibat gempa memiliki periode gelombang antara 15 hingga 60 menit.
Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa gelombang terbesar tsunami terkonsentrasi di sebagian kecil pesisir. Ini konsisten dengan ciri-ciri tsunami akibat longsor.
"Analisis kami berdasarkan data permukaan laut dari gelombang sebenarnya yang dihasilkan oleh tsunami Sulawesi, analisis pecahan dan deformasi dasar laut akibat gempa, dan simulasi komputer dari rambatan tsunami," jelas Dr. Heidarzadeh.
Para ilmuwan kebingungan dengan teka-teki tsunami yang menimpa Palu-Donggala. Pasalnya, gempa dengan magnitude 7,5 SR dianggap kurang kuat untuk menimbulkan kerusakan separah itu. Gempa ini bahkan tak cukup besar untuk menyalakan peringatan dini tsunami milik pemerintah.
"Kejadian ini sangat membingungkan karena dua hal," tutur Heidarzadeh. "Pertama, besar gempa berkekuatan sedang. Biasanya butuh gempa dengan kekuatan 8,4 atau 8,5 untuk memicu tsunami besar dengan tinggi hingga 11 meter. Kedua, mekanisme guncangan gempa bersifat luncuran horizontal (strike-slip) yang tiba-tiba.
"Ini membingungkan karena kami memperkirakan gelombang laut hanya 1 atau 2 meter dari gempa di Sulawesi." (eks/eks)
Perkiraan lokasi terjadinya longsor bawah laut penyebab tsunami Palu, Sulawesi (brunel.ac.uk)