Netizen Serbu Twitter BRTI dengan Aduan SMS Spam

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 11:19 WIB
Netizen Serbu Twitter BRTI dengan Aduan SMS Spam Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah lebih dari sepekan Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) membuka layanan aduan nomor telepon yang mengalami SMS dan telepon spam.

Pelanggan yang merasa mendapat SMS dan telepon penipuan bisa mengadukan nomor tersebut ke akun Twitter @aduanBRTI. Setelah diadukan, nomor tersebut akan diblokir oleh BRTI.

Setelah dibukanya aduan tersebut, akun Twitter BRTI disebu oleh netizen yang mengalami sms dan telpon spam. Berikut aduan para warganet kepada akun BRTI












Sebelumnya, pada 30 November lalu, BRTI telah menetapkan TAP BRTI Nomor 04/2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi. Aturan ini berlaku terhitung sejak 10 Desember 2018.

Hal ini dilakukan terkait masih maraknya SMS dan telepon yang melakukan penipuan dan mengganggu setelah registrasi prabayar dilakukan. Padahal sebelumnya, Kominfo menjanjikan registrasi prabayar bisa mengurangi tindakan penipuan tersebut.


"Setiap orang yang menerima SMS atau telepon penipuan bisa mengadukannya melalui helpdesk BRTI," jelas Ahmad Ramli saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/12).

Layanan SMS atau telepon yang dapat diadukan adalah pesan yang tidak dikehendaki seperti permintaan untuk segera mengurus pembayaran atau transaksi tertentu, permintaan untuk mentransfer uang, pemberitahuan bahwa pengguna menjadi pemenang kuis atau undian tertentu.

Ramli menyebut langkah ini merupakan bagian dari tahap dua registrasi prabayar dengan melakukan penertiban dan pembersihan nomor-nomor yang didaftar secara tidak benar dan tanpa hak. (age/age)