Tanggapi Candaan Prabowo, Netizen Gaungkan #SaveMukaBoyolali

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 19:28 WIB
Netizen ramai menanggapi candaan Prabowo dengan tagar #savemukaboyolali di linimasa Twitter. Ilustrasi. (REUTERS/Regis Duvignau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warganet serbu #SaveMukaBoyolali di linimasa Twitter. Tagar #SaveMukaBoyolali menembus trending topic di Twitter dengan jumlah cuitan 55 ribu.

Tagar ini sebagai respon warganet terkait candaan dalam pidato Prabowo Subianto yang mengatakan "tampang" orang Boyolali tidak pernah masuk ke hotel-hotel kelas wahid di Jakarta seperti Hotel The Ritz-Carlton dan Hotel The St. Regis.




Tidak terima dengan candaan Prabowo, banyak warganet asal Boyolali yang justru mengunggah fotonya di Twitter.






Warganet kemudian mengingatkan mantan Danjen Kopassus bahwa beberapa orang besar di Indonesia ada yang berasal dari Boyolali.





Prabowo memulai candaan ini dengan menyebut hotel-hotel kelas wahid di Indonesia.

"Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St. Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?" kata Prabowo di Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (30/10)

Bahkan Prabowo juga mengatakan tampang orang Boyolali bisa saja diusir kalau masuk ke lobi hotel-hotel berbintang lima ini.

"Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini, kata Prabowo.
Konteks dalam pidato Prabowo saat itu membahas kemiskinan di Indonesia. Prabowo melanjutkan, dirinya tak rela rakyat tidak memiliki negaranya sendiri.

"Saya tidak rela. Saya tidak rela. Dan karena itulah saya melihat rakyat saya masih banyak yang tidak mendapat keadilan dan tidak dapat kemakmuran dan tidak dapat kesejahteraan. Bukan itu cita-citanya Bung Karno...." ujar Prabowo.

Pidato Prabowo tersebut menjadi topik terpopuler di media sosial Twitter hari ini, Jumat (2/10). Warganet mencuitkan tagar #SaveMukaBoyolali untuk merespons pidato itu. (jnp/age)