Korolov menuliskan temuannya itu lewat Medium. Ia mengaku menemukan aksi curang Facebook itu ketika sedang melakukan uji coba sistem pelacakan pada layanan media sosial tersebut.
"Membicarakan data sensitif seperti lokasi, Facebook tidak menyediakan kontrol yang berarti dan menyesatkan dalam pernyataannya kepada pengguna dan pengiklan," tulis Korolova.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, alamat IP pengguna memungkinkan informasi mengenai tempat tinggal termasuk negara bagian, kota, hingga kode pos bisa diakses Facebook.
Saat ditanyain soal ini, Facebook tidak membantah jika pihaknya menggunakan alamat IP untuk menguntit lokasi pengguna. Mereka mengakui bahwa itulah yang dilakukan dan menganggapnya sebagai hal yang normal untuk dilakukan.
"Facebook tidak menggunakan data WiFi untuk menentukan lokasi Anda untuk iklan jika Anda memiliki Layanan Lokasi dimatikan. Kami menggunakan IP dan informasi lain seperti check-in dan kota saat ini dari profil Anda," klaim Facebook.
"Kami menjelaskan hal ini kepada orang-orang, termasuk di situs Dasar-Dasar Privasi kami dan di situs Facebook Ads," kata Facebook.
Pada pengaturan privasi, Facebook menyarankan pengguna untuk mengelola privasi terkait lokasi. Namun, Facebook mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menguntit lokasi pengguna.
Facebook menggunakan informais mengenai koneksi internet pengguna. Kemudian ditegaskan kembali di situs "Tentang Iklan Facebook" yang mengatakan bahwa iklan mungkin muncul berdasarkan lokasi pengguna yang didapatkan dari "tempat Anda terhubung ke internet". (jnp/evn)