Wawancara dengan Menko Maritim

Luhut Blak-blakan soal Rencana Pabrik Hyundai di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 06:41 WIB
Luhut Blak-blakan soal Rencana Pabrik Hyundai di Indonesia Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan bahwa investasi Hyundai di Indonesia sekitar US$1 miliar (Rp14,6 triliun). (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa Hyundai Motor Company (HMC) akan mengucurkan dana investasi sekitar US$1 miliar (Rp14,6 triliun). Dana tersebut untuk membangun fasilitas pabrik produksi mobil penumpang di Indonesia.

Demikian disampaikan Menko Maritim Luhut Panjaitan saat berkunjung ke Gedung Transmedia, Jumat (21/12) sore.

Menko Maritim Luhut Panjaitan melanjutkan bahwa pabrik itu bakal digunakan pemanufaktur asal Korea Selatan (Korsel) untuk memproduksi mobil bermesin pembakaran dalam atau internal combustion engine (ICE) dan mobil listrik.


"Kira-kira segitu investasinya," kata Luhut saat ditanyai soal nilai investasi HMC di Indonesia.

Luhut memaparkan antusiasme Hyundai berinvestasi di Indonesia sangat besar. Luhut merekomendasikan lahan paling ideal untuk mendirikan fasilitas pabrik mobil berada di kawasan Purwakarta atau Karawang, Jawa Barat.

Hyundai ingin tampil lebih kompetitif seperti produsen mobil lain di Tanah Air. Mendirikan pabrik produksi di Jawa Barat untuk lokalisasi mobil konvensional dan listrik diharapkan bisa mendukung visi dan misi Hyundai selama ini di ASEAN.

Saking besar antusiasnya, Luhut menyebut bahwa Hyundai ingin kesepakatan antara HMC dan pemerintah Indonesia segera terwujud. HMC meminta pada Februari 2019 sudah ada kata sepakat soal investasi ini.

Pada pekan lalu, Menko Maritim Luhut Pandjaitan bertemu dengan prinsipal Hyundai Motor di Korsel. Kunjungan itu sebagai bentuk kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman tentang minat investasi antara HMC dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKMP) pada 9 September yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Dia (Hyundai) bilang kami ingin Februari itu sudah announce, sudah salaman. Lalu saya bilang jangan Februari, kecepatan," ucapnya.

Berdasarkan keterangan Luhut, bahwa nilai investasi Hyundai hanya untuk produk kendaraan penumpang. Sementara untuk komponen baterai kendaraan listrik akan dikendalikan perusahaan Korsel salah satunya LG, di tempat terpisah, termasuk suplai inti komponen baterai dari Halmahera, Maluku Utara.

Seperti diketahui, Halmahera sudah dijadikan sebagai kawasan untuk industri baterai kendaraan listrik untuk menyokong investasi Hyundai di Indonesia. Lokasi ini dipilih karena di Halmahera menyimpan sumber daya alam nikel dan cobalt sebagai inti komponen baterai.

Hyundai Memanfaatkan 'Kesaktian' Luhut

Sebelum pertemuan antara pemerintah Indonesia dan prinsipal Hyundai Motor di Korsel pekan lalu, Menko Maritim Luhut Panjaitan mendapat pesan dari pimpinan HMC yang memintanya bertolak ke negeri ginseng, Korea Selatan.

Isi pesan yang dinilai penting saat itu adalah pemerintah Indonesia diminta berkomitmen memberi perlindungan terhadap investasi Hyundai, termasuk meminta keleluasaan berinvestasi di Indonesia.

Singkat cerita, Luhut bertolak ke Korsel. Di sana terjadi pembicaraan mengenai arah investasi dan komitmen apa saja yang akan diberikan pemerintah Indonesia terhadap HMC.

"Mereka bilang mau investasi, tapi (mereka tanya) bagaimana dengan izin-izinnya. Terus saya jawab, saya urus, saya kan Koordinator Maritim. Saya 'sakti'. Lisensi kamu akan saya urus," ucap Luhut bercerita.

"Terus mereka juga mau insentif, kami pelajari. Dan ternyata semua oke, cuma satu aja, tapi ini oke lah. Semua sepanjang insentif ini sesuai dengan koridor aturan main kami, kami oke," kata Luhut menambahkan.

Dikabarkan bahwa Hyundai ingin menikmati skema tax holiday untuk jangka waktu 20 tahun yang diberikan pemerintah Indonesia. Cita-cita HMC setelah pabrik beroperasi ingin 80 persen vendornya dari wilayah Indonesia.

"Cost (biaya produksi) dia (Hyundai) akan lebih murah 50 persen karena raw material (bahan baku) dari Indonesia, namun kita harus punya transfer teknologi, harus dari Indonesia. nanti 80 persen vendor dari Indonesia," ucap Luhut. (ryh/mik)