Ada dua tagar yang terkait peristiwa tsunami tersebut yang menjadi trending di Twitter, yakni #PrayforAnyer serta #PrayforLampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Selain itu, pengguna internet juga mendoakan agar para korban yang hilang bisa segera diketemukan.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Tsunami di Selat Sunda terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.27 WIB. BNPB memaparkan fenomena tsunami Selat Sunda pada Sabtu malam termasuk langka dan hingga kini penyebabnya belum bisa dipastikan.
"Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan resminya.
Di sisi lain, hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejauh ini memaparkan gelombang tinggi kemarin dipicu karena cuaca, bukan gempa bumi.
Laporan tim lapangan BMKG juga menambahkan bahwa gelombang tinggi kemarin diperparah oleh hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di perairan Anyer dan Lampung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
(dis/ard)