Kominfo Belum Tentukan Nasib Frekuensi Bolt dan Jasnita

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 16:26 WIB
Kominfo Belum Tentukan Nasib Frekuensi Bolt dan Jasnita Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) masih belum menentukan nasib frekuensi 2,3 GHz milik Bolt dan Jasnita yang telah dicabut hak gunanya. Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail MT menyebut pemerintah masih melakukan pembahasan soal apakah frekuensi tersebut akan dilelang kembali atau tidak.

"Nanti akan dilakukan pembahasan kembali. Frekuensi ini adalah sumber daya terbatas, kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Belum ada skenario detil tapi sekarang haknya sudah kembali ke negara," jelas Ismail saat konferensi pers di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (28/12).

Menurut Ismail, pembahasan kembali perlu dilakukan lantaran belum semua frekuensi 2,3 GHz yang digunakan untuk layanan BWA (Broadband Wireless Access) telah dikembalikan.


"Jadi ada (frekuensi di) wilayah-wilayah lain diluar First Media dan Internux yang masih digunakan operator BWA lain," tambahnya.

Saat ini tercatat terdapat tiga perusahaan yang memiliki lisensi 2,3 GHz untuk layanan BWA, PT Telkom Indonesia, Tbk (Telkom), PT Indosat Mega Media (Indosat M2), dan PT Berca Hardaya Perkasa. Ketiga perusahaan ini pun tercatat terus melakukan pembayaran frekuensi hingga 2017.

Telkom tercatat memiliki izin penyelenggaraan BWA untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara. Indosat M2 memiliki izin di wilayag Jawa Barat kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi.

Sementara Berca punya izin untuk wilayah Sumatera bagian utara, tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Kalimantan bagian barat dan timur, Kepulauan Riau.

Layanan BWA sendiri pertama kali digelar pada 2009 dan lisensinya dibagi dalam beberapa zona. Sehingga tiap operator tidak bisa menggelar layanan secara nasional. (eks/eks)