New Scientist menuliskan bahwa radikal hidroksil ini telah dikaitkan dengan kanker paru-paru.
Dalam penelitian, ilmuwan mengekspos sel-sel hidup dari hewan pengerat dan manusia ke analog debu Bulan. Sel-sel tidak hidup dengan baik, dan sekitar 90 persen sel otak tikus dan sel paru-paru manusia akhirnya mati setelah bersentuhan dengan debu Bulan palsu, menurut BGR, Selasa (18/12).
Lihat juga:Nasa Voyager 2 NASA Capai Ruang Angkasa |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Badan Antariksa Amerika (NASA) telah membawa pulang debu Bulan beberapa dekade lalu. Para astronaut yang ke sana dengan cepat menemukan betapa tidak bersahabatnya permukaan bulan.
Permukaan Bulan berdebu sangat keras dan merusak pakaian ruang angkasa yang digunakan para astronaut serta kendaraan seperti rover bulan. Namun saat itu, mereka tidak memprediksi bahwa debu itu dapat secara aktif merusak DNA manusia. (kst/kst/age)