Kereta Api Otonom Australia Jadi Robot Terbesar di Dunia

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 13:08 WIB
Kereta Api Otonom Australia Jadi Robot Terbesar di Dunia Ilustrasi (Edgard Garrido)
Jakarta, CNN Indonesia -- Australia telah mengoperasikan kereta api otonom. Kereta api otonom ini dioperasikan oleh perusahaan tambang Rio Tinto. Kereta ini beroperasi dari tempat tambang ke pelabuhan tanpa bantuan manusia sama sekali. Sebagai kereta api otomatis, kereta ini dijuluki sebagai robot terbesar didunia. 

Kereta AutoHaul ini meluncur di jalur pergi-pulang sepanjang 800 kilometer. Untuk menyelesaikan perjalanan termasuk untuk bongkar muat kargo, dibutuhkan waktu 40 jam. Jaringan rel ini dibangun di wilayah Pilbara di Barat Australia.

"Ini adalah jaringan kereta api otonom penuh, jarak jauh, dan bermuatan berat pertama di dunia," jelas juru bicara Rio Tinto seperti dikutip Digital Trend


Ia menyebut bahwa proyek ini bernilai US$940 juta dan akan memudahkan produktivitas dan fleksibilitas 1.600 jaringan tambang bijih besi mereka yang terbentang sejauh 1.700 kilometer dengan dua pelabuhan mereka. Terdapat 200 lokomotif yang beroperasi di jalur ini.

Tiap lokomotif telah dioperasikan secara otomatis dan dikendalikan dari pusat operasional mereka di Perth. Tiap lokomotif dilengkapi dengan kamera yang digunakan untuk mengawasi jalannya kereta. Rio Tinto telah intensif mengembangkan otomasi ini sejak 10 tahun lalu untuk mengefisiensikan produksi dan mendorong keuntungan yang lebih besar, seperti ditulis Sydney Morning Herald

Menurut perusahaan tambang itu, operasional kereta api ini tidak akan diikuti dengan pemecatan pegawai pada 2019. Penggunaan kereta api otonom ini menurut mereka akan mengurangi kebutuhan pergantian masinis. Hal ini juga akan meningkatkan keamanan akibat insiden dan batas kecepatan kereta.

Kereta api adalah salah satu alat transportasi yang mengalami disrupsi akibat robotik dan kecerdasan buatan. Australia bukan satu-satunya negara yang menggunakan kereta api otonom. Singapura juga sudah menerapkan kereta api otonom untuk layanan MRT miliknya sejak Maret 2018.

Mobil akan menjadi sasaran pengembangan kendaraan otonom berikutnya, selain pesawat terbang dan kapal laut. (eks/eks)