Penyelidikan ini dilakukan pasca laporan dari sejumlah restoran yang mengaku tidak puas dengan ketentuan kontrak dengan Uber. Mereka mengatakan ditelantarkan Uber sehingga pengantaran makanan menjadi terlambat meski mereka telah membayar sejumlah dana untuk mendapatkan layanan itu.
"Tentu saja kami harus menyelidikinya. Kami punya tiga peraturan yang harus ditegakkan di sini. Salah satunya adalah bisnis ke bisnis, apakah ada kesalahpahaman dalam perjanjian?," kata Rod Sims, salah satu pemilik restaurant kepada ABC.
Lihat juga:Mantan Sopir Uber Juga 'Diburu' Gojek |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grab ditaksir memberikan 25 persen hingga 30 persen sahamnya pada Uber untuk akuisisi tersebut bulan lalu. (age)