New Horizons Lanjutkan Misi ke Sudut Terjauh Bima Sakti

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 18:55 WIB
New Horizons Lanjutkan Misi ke Sudut Terjauh Bima Sakti Wahana antariksa New Horizons. (Foto: NASA/JHUAPL. REUTERS/NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wahana antariksa milik Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) New Horizons dikabarkan akan melanjutkan misi berburu ke tepi terjauh tata surya. Misi dilanjutkan setelah NASA mempelajari objek luar angkasa terjauh dari Bumi, Ultima Thule yang berjarak 6,4 miliar km dari Bumi.

New Horizons yang memiliki ukuran sebesar piano ini berjalan jauh ke dalam cincin langit Kuiper Belt. New Horizons akan mencari bulan-bulan es kecil yang membentuk Ultima Thule miliaran tahun lalu.

"Jika kita telah melihat tubuh satu dan dua, pertanyaannya adalah bagaimana dengan tubuh tiga, empat dan lima?" kata seorang penyelidik New Horizons Mark Showalter dalam konferensi pers di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins di Maryland.


Dilansir Reuters, fly-by yang melewati Ultima Thule ini menandai tonggak sejarah baru soal penemuan objek terjauh dari di bumi dalam tata surya Bima Sakti. Ultima Thule disebut-sebut bisa menguak misteri kelahiran tata surya. 

"Eksplorasi pertama objek Sabuk Kuiper kecil dan eksplorasi paling jauh dari dunia mana pun dalam sejarah sekarang adalah sejarah, tetapi hampir semua analisis data terletak di masa depan," Alan Stern, penyelidik misi utama di Southwest Research Institute, mengatakan di sebuah konferensi pers.

Mengutip CNN, New Horizons bergerak menjauhi Ultima Thule dengan kecepatan 32ribu mil per jam atau sekitar 5,2 ribu km per jam. 

New Horizons sudah ditugaskan untuk mengamati lingkungan antariksa di Kuiper Belt dan melihat objek lainnya dari kejauhan. Pengamatan ini tidak akan sedekat seperti saat mengamati Ultima Thule.

Meskipun tidak dekat, gambar masih akan memiliki resolusi lebih baik daripada Teleskop Luar Angkasa Hubble. Pengamatan ini akan berlanjut hingga tahun depan.

Sejak diluncurkan pada 2006, New Horizons telah menempuh jarak  6,4 miliar km ke tepi tata surya untuk mempelajari planet kerdil Pluto, lima bulan dan ratusan objek di Kuiper Belt. (jnp/evn)