Harga iPhone Dinilai Terlalu Mahal, Produksi Apple Berkurang

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 07:05 WIB
Harga iPhone Dinilai Terlalu Mahal, Produksi Apple Berkurang Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple Inc memangkas perkiraan penjualan kuartal pertama pekan lalu. Mereka juga telah mengurangi produksi yang direncanakan untuk tiga model iPhone baru sekitar 10 persen untuk kuartal Januari-Maret.

Nikkei Asian Review menuliskan perkiraan kelangkaan tersebut mengekspos pelemahan permintaan iPhone di China, pasar ponsel pintar terbesar di dunia.

Dilansir dari Reuters, kondisi ini ditambah dengan perekonomian yang sedang melambat terkena hantaman perang dagang dengan Amerika Serikat.


Selain itu, banyak analis dan konsumen mengatakan bahwa iPhone baru terlalu mahal. Apple meminta pemasoknya pada akhir bulan lalu untuk mengurangi produksi unit XS, XS Max dan XR.
Nikkei menuliskan permintaan itu dibuat sebelum Apple mengumumkan pemotongan perkiraannya. Prospek penjualan yang lebih suram, yang dikaitkan dengan permintaan China yang lemah, memicu aksi jual luas di pasar saham global.

Firma riset pasar Canalys memperkirakan pengiriman turun 12 persen di China tahun lalu dan mengharapkan pengiriman smartphone pada 2019 untuk turun 3 persen lagi, menjadi di bawah 400 juta untuk pertama kalinya sejak 2014.

Berdasarkan sumber Nikkei, volume produksi yang direncanakan secara keseluruhan untuk iPhone lama dan baru kemungkinan akan dipotong hingga kisaran 40 juta hingga 43 juta unit untuk Januari-Maret, dari proyeksi sebelumnya dari 47 juta menjadi 48 juta unit.
Sayangnya, Apple tidak menanggapi permintaan konfirmasi Reuters. (age/age)