BMKG: Suhu Lebih Panas di Bali Tak Terkait Gunung Agung

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 15:37 WIB
BMKG: Suhu Lebih Panas di Bali Tak Terkait Gunung Agung Ilustrasi suhu panas. (Foto: REUTERS/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan alasan suhu panas di Bali yang belakangan dirasakan masyarakat.

Akhmad Taufan Maulana, Kepala Sub Bagian Hubungan Pers dan Media BMKG mengatakan fenomena suhu panas di Bali tak terpengaruh aktivitas Gunung Agung.

"Berdasarkan pantauan kami di beberapa lokasi stasiun pengamatan cuaca yang ada di Bali dalam beberapa hari terakhir memang ada sedikit peningkatan suhu udara khususnya suhu udara maksimum dan minimum harian," jelas Taufan melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/1).


Taufan menekankan kenaikan suhu ini tidak terpengaruh aktivitas Gunung Agung, melainkan karena faktor lain yaitu saat posisi matahari berada di selatan garis ekuator pada bulan Januari.

Akibatnya, daerah-daerah yang berada di sebelah selatan equator termasuk Bali akan terasa lebih panas.

Selain itu, posisi matahari juga menyebabkan cuaca akhir-akhir ini yang cenderung cerah berawan pada siang hari di beberapa wilayah Bali. Hal tersebut juga membuat wilayah tersebut mendapat panas yang lebih banyak akibat sedikitnya awan yang menghalangi panas yang dipancarkan matahari. 

"Pada malam hari cuaca cenderung berawan sehingga panas yang harusnya dilepaskan oleh permukaan daerah setempat tertahan oleh awan yang menyebabkan suhu semakin hangat pada malam hari jika dibandingkan pada saat tidak ada awan," ucapnya.

Menurut catatan BMKG suhu udara maksimal hari ini di Bandara Ngurah Rai sekitar 32 derajat Celcius, lebih panas dari suhu normalnya 30,9 deraja Celcius. Sedangkan suhu di daerah Snaglah dan Negara berkisar antara 34-35 derajat sementara suhu normalnya berada di kisaran 30,9-32 derajat.

Untuk itu, BMKG menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh. Selalu pantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG baik melalui kanal resmi, aplikasi maupun sosial medianya yakni  Instagram, Twitter (@infoBMKG), dan website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id). (kst/evn)