Jokowi Matangkan Perpres Kendaraan Motor Listrik

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 08:55 WIB
Jokowi Matangkan Perpres Kendaraan Motor Listrik Presiden Jokowi saat mengendarai motor listrik Gesits di Istana Merdeka beberapa waktu lalu. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan pihaknya masih mematangkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan bermotor listrik. Jokowi menyebut perpres tersebut dibahas dalam Rapat Terbatas Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik.

Namun, Jokowi belum bisa memastikan kapan perpres tersebut akan dirinya teken dan umumkan.

"Jadi roadmap-nya seperti apa, tahun berapa harus sudah ada, presentase berapa. Tapi tadikan baru ratas (rapat terbatas) ya nanti kalau perpres-nya sudah selesai, sudah final nanti saya sampaikan," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/1).


Jokowi menyatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemain kendaraan bermotor listrik karena memiliki produksi baterai lithium.

Menurutnya, Indonesia mempunyai sumber daya berupa nikel, kobalt, hingga mangan sebagai bahan baku baterai untuk kendaraan listrik.

"Jadi ini strategi bisnis negara ini harus mulai diatur sehingga nanti kita bisa melakukan sebuah lompatan menuju ke sebuah produk baik motor maupun mobil," ujarnya.

Menurut Jokowi, setelah menggelar rapat terbatas ini dirinya menjamin bahwa perpres kendaraan bermotor listrik akan segera rampung. Namun, calon presiden nomor 01 itu belum bisa memastikan waktu penerbitan aturan tersebut.

"Kalau sudah ratas ini lebih cepat, nanti sebentar lagi. Tadi poin-poinnya sudah ketemu kok. Kalau perpres-nya rampung nanti saya sampaikan secara detail," ucap Jokowi meyakini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan perpres tentang kendaraan bermotor listrik sudah hampir sempurna.

Menurut Luhut, draf tersebut masih dalam tahap harmonisasi usai digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Perindustrian.

Luhut menyatakan tidak ada masalah pada isi draf, namun ia berpikir untuk memasukan poin tambahan di dalamnya, yaitu tentang mobil hidrogen. (fra/mik)