Keheningan Ma'ruf Amin di Debat Pilpres 2019 Gelitik Netizen

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 22:38 WIB
Keheningan Ma'ruf Amin di Debat Pilpres 2019 Gelitik Netizen Ilustrasi (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keheningan Ma'ruf Amin saat debat Pilpres 2019 menggelitik komentar netizen. Topik seperti Pak Ma'aruf, Pak Kyai, dan Ma'aruf Amin menghiasi beberapa topik terpopuler di Indonesia di nomor 7, 9. dan 10 dalam satu jam terakhir.

Pemilik akun @claudia_purnama mengulang perbincangan yang sempat terjadi antara Jokowi dan Ma'ruf Amin di atas panggung debat. Saat itu Jokowi mempersilakan Ma'ruf untuk menambahkan komentar.

Pak Jokowi: ada yang ingin disampaikan, Pak?
Pak Ma'aruf: *bereaksi seperti*


Ia pun melengkapi cuitannya dengan memberikan gambar GIF "tidak, terimakasih"



Sementara yang lain menyamai situasi tersebut ketika seseorang berbicara dengan anggota grup chat yang ternyata sudah tidak ada di grup itu lagi.





Beberapa netizen memberikan GIF bersorak-sorai ketika akhirnya Ma'aruf Amin berkomentar.


Sementara yang lainnya memaklumi situasi tersebut dengan berkomentar posisi Ma'ruf Amin yang dianggap sebagai perisai atas serangan isu agama.



Ada juga yang mengomentari soal kesehatan calon wakil presiden nomor urut 1 itu.





Ma'ruf, yang kini menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), lahir di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama, tapi juga politikus. Ia pernah menjadi anggota Dewan, termasuk dari PKB.

Sosok Ma'ruf termasuk salah satu ulama sepuh yang disegani. Sebagai ulama, Ma'ruf juga aktif di ormas keagamaan. Ia mengemban amanat dan jabatan yang cukup strategis di NU. Ia mengemban amanat sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2015-2020. Setelah terpilih sebagai cawapres, ia pun mengundurkan diri dari posisinya itu dan otomatis wakilnya Miftachul Akhyar menjabat sebagai penggantinya.

Debat perdana berlangsung pada Kamis (17/1) dan akan dimoderatori oleh Ira Koesno dan Imam Priyono.

Debat ini berisi enam segmen untuk membahas tema 'Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme'. Segmen pertama diawali dengan pemaparan visi dan misi berdurasi 23 menit 15 detik.

Setelah itu dilanjutkan dengan dua segmen pendalaman visi misi masing-masing berdurasi 15 menit 30 detik. Pada segmen ini kandidat akan menghadapi soal yang diajukan panelis.

Setelah dua segmen saling bertanya, debat bakal ditutup di segmen enam. Segmen berdurasi 13 menit ini akan berisi kalimat penutup dari masing-masing kandidat. (eks/eks)