Facebook Masih Usaha Gaet Remaja, Bikin Fitur Kumpulan Meme

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 23:19 WIB
Facebook Masih Usaha Gaet Remaja, Bikin Fitur Kumpulan Meme Ilustrasi (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook masih belum menyerah untuk membuat para remaja kembali menggemari layanan media sosial mereka. Kali ini Facebook dikabarkan tengah mengembangkan LOL. Fitur baru ini berisi meme, video lucu, dan klip GIF.

Konten-konten ini dibagi dalam kategori "For You" (Untuk Anda), "Animals" (binatang), "Fails" (kegagalan),"Prank" (candaan) dan konten-konten yang diposkan oleh laman terkenal di Facebook.

LOL saat ini tengah dalam pengembangan beta. Terdapat 100 anak sekolah menengah yang menandatangani perjanjian kerahasiaan dengan persetujuan orang tua yang mengetes fitur ini. Mereka akan melakukan diskusi kelompok dan pengujian personal dengan staf Facebook.


Facebook mengonfirmasi bahwa saat ini mereka memang melakukan pengetesan fitur konten meme kocak. Pengetesan ini dilakukan tertutup dengan sejumlah orang di AS.

Berdasarkan pengakuan para pengetes fitur baru ini, fitur LOL menggantikan tab Watch di aplikasi Facebook mereka. Tim itu juga masih mempelajari apakah LOL akan jadi fitur terpisah di dalam aplikasi Facebook atau akan menjadi aplikasi terpisah.

Facebook awalnya menolak untuk memberikan tanggapan resmi mengenai hal ini. Namun mereka menyebut kalau detil yang didapat TechCrunch ini akurat.

Saat ini para remaja lebih senang berbagi lewat fitur Stories. Facebook p-utus asa untuk membuat mereka kembali mengeposkan hal-hal lewat News Feeds yang lebih mudah dimonetisasi. Dengan mengoleksi konten meme lucu yang ada di Feed diharapkan bisa memusatkan para anak-anak pecinta hiburan kilat ini.

Namun para perancang LOL menyatakan kengerian mereka ketika Facebook bertingkah "sok muda". Sebab, konten yang ada di LOL kadang bukan konten terbaru.

Sehingga, para remaja kemungkinan sudah melihat meme itu sebelumnya. Beberapa tahun terakhir, pengguna Facebook didominasi para orang tua dan anak-anak lebih suka bermain di Instagram, Snapchat, dan Youtube.

Usaha menghadirkan fitur meme ini mungkin bukan langkah yang familiar bagi Facebook. Sehingga kemungkinan bisa menyulitkan LOL untuk mengumpulkan fan dari kalangan anak muda.

Sebelumnya, Facebook telah berulang kali gagal mencoba menggaet anak muda ke platformnya. Padahal perusahaan itu telah berusaha menyalin fitur Snapchat seperti Poke, Slingshot. Facebook bahkan mencoba membuat aplikasi tersendiri seperti Lifestage.

Kehilangan pengguna muda dan kegemaran mereka menggunakan Stories ketimbang mengepos di News Feed menjadi masalah berat bagi Facebook. Sebab, hal ini mengurangi kemampuan monetisasi Facebook dan berimbas pada harga saham mereka. Harga saham perusahaan itu terus jatuh dalam beberapa tahun belakangan.

Jika Facebook tak berhasil mengisi kesenjangan usia pengguna ini, bisa jadi media sosial ini nantinya tinggal sejarah. Padahal pengguna muda ini adalah sumber pertumbuhan mereka di masa depan, seperti dilaporkan Fortune.

Itu mengapa Facebook tak lelah menggaet anak muda meski belum ada strategi yang cukup berhasil. Aplikasi teranyar mereka Lasso, yang merupakan kloningan TikTok, hanya diunduh 10 ribu kali dalam 12 hari pertama.
(eks/eks)