#10YearChallenge Facebook Diduga Tambang Data Foto

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 18:40 WIB
Ilustrasi. (REUTERS/Eric Gaillard)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa pekan terakhir ini, lini massa media sosial tengah digempur tagar #10YearChallenge. Tagar ini menunjukkan postingan warganet perubahan diri dalam kurun waktu 10 tahun.

Tagar ini berseliweran hampir di berbagai platform media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram. Namun, 'tantangan' ini bermula dari Facebook. Setelah selang beberapa pekan, berbagai spekulasi bahwa #10YearChallenge tak sesederhana tagarnya.

Dilansir dari CBS, terdapat kemungkinan bahwa raksasa media sosial ini diam-diam menambang data dari foto-foto yang berseliweran di media sosial. Data ini digunakan untuk meningkatkan algoritme pengenalan wajar.


Profesor NYU Stren School of Business Amy Webb mengungkapkan #10YearChallenge 'sempurna' untuk pemanfaatan machine learning.

"Ini memberi Facebook kesempatan 'yang menakutkan' untuk belajar, melatih sistem mereka untuk lebih mengenali perubahan kecil," katanya kepada CBS News.

Berdasarkan alat pemantauan media sosial Talkwalker, hingga saat ini tantangan tersebut telah menghasilkan 5,2 juta keterlibatan di Facebook hanya dalam tiga hari.

Spekulasi tentang motif tersembunyi meme itu berkobar setelah penulis Wired, Kate O'Neill, menerbitkan sebuah tulisan yang menunjukkan bahwa tren ini bukan sekadar sebuah kesenangan belaka yang tidak berbahaya.

O'Neill menunjukkan bahwa tantangan viral telah mengisi Facebook dengan foto-foto pengguna yang diambil dalam jangka waktu tertentu.

Beredarnya foto tersebut lebih mudah untuk dianalisis, dari tahun-tahun foto yang telah diunggah pengguna tanpa urutan tertentu. Ini juga lebih berguna untuk teknologi yang mencoba menangkap bagaimana orang melihat dan bagaimana mereka menua.

Dia memperingatkan akan ada 'konsekuensi penuh' yang bisa datang dari data yang bertebaran ini. Salah satunya seperti perusahaan asuransi yang menaikkan biaya pertanggungan bagi orang-orang yang tampaknya cepat menua.

Namun, belum ada bukti jelas dari pernyataan mengenai asuransi. Facebook mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tidak memiliki peran dalam memulai tantangan dan tidak melihat adanya manfaat bagi dengan adanya tantangan ini.

"Ini adalah meme yang dibuat pengguna yang menjadi viral sendiri. Facebook tidak memulai tren ini, dan meme menggunakan foto yang sudah ada di Facebook," kata perusahaan itu.

"Facebook tidak mendapat keuntungan dari meme ini (selain mengingatkan kita tentang tren mode yang dipertanyakan tahun 2009). Sebagai pengingat, pengguna Facebook dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan pengenalan wajah kapan saja."

Tetapi bahkan jika Facebook tidak memulai tantangan, itu telah menggunakan kecerdasan pengenalan wajah selama bertahun-tahun untuk mengenali pengguna.

Dilansir dari New York Times, posting Ms. O'Neill mendapat lebih dari 10.000 retweet dan lebih dari 20.000 suka. Dia memperluas pemikirannya dalam artikel yang banyak dibagikan di Wired.

Para ahli mengatakan foto-foto yang diunggah untuk #10YearChallenge adalah setetes di dalam ember data yang sangat besar yang telah dikumpulkan Facebook selama bertahun-tahun.

"Kami memiliki banyak sekali data yang kami bagikan setiap saat, dan perusahaan mengumpulkannya dan menggunakannya dengan berbagai cara," kata Ms. O'Neill.

Lauren A. Rhue, Asisten Profesor Sistem Informasi dan Analitik di Wake Forest School of Business mengatakan bahwa # 10YearChallenge dapat memberikan data yang relatif 'bersih' untuk sebuah perusahaan yang ingin menggarap teknologi perkembangan zaman.

Tetapi dia menambahkan bahwa Facebook sudah memiliki miliaran foto di platformnya, dan orang-orang harus waspada terhadap perusahaan mana pun yang memiliki begitu banyak data biometrik.

"Risiko menyerahkan semua jenis data biometrik ke sebuah perusahaan adalah tidak ada transparansi yang cukup, tidak hanya tentang bagaimana data saat ini digunakan, tetapi juga kegunaan masa depan untuk itu," katanya.
1 dari 2