Analisis

Taktik Polesan Avanza-Xenia

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 17:08 WIB
Taktik Polesan Avanza-Xenia Toyota Avanza 2019 diluncurkan pada Selasa (15/1). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah PT Toyota-Astra Motor (TAM) memasarkan Avanza model baru di awal 2019 menuai respons pemerhati otomotif dalam negeri. Sesuatu hal yang menarik perhatian adalah tidak ada kenaikan harga pada Avanza model baru berikut kembarannya, Xenia.

Peluncuran Avanza model baru di tahun ini dinilai sudah waktunya. Avanza generasi pertama diluncurkan di awal 2004. Selanjutnya, Toyota memperkenalkan Avanza generasi kedua pada akhir 2011. Di tahun yang sama juga dikenalkan Toyota Veloz.

Sekitar 7 tahun kemudian, Toyota mengenalkan Avanza model baru, namun dengan mesin 1NR-VE dan 2NR-VE Dual VVT-i yang muncul pertama kali pada Grand New Avanza pada 2015.


Menurut Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy, strategi Avanza sudah tepat di Indonesia guna menjaga momentum dan mencapai target penjualan wholesales sebesar 7.000-7.500 unit per bulan.

"Kami sudah mempersiapkan Avanza secara matang dan model barunya juga sudah sesuai dengan konsumen di Indonesia. Studi selama 1,5 tahun, kami libatkan konsumen dan masyarakat lain dari berbagai kalangan," kata Anton beberapa waktu lalu.

Avanza baru meluncur pada Selasa (15/1), setelah studi tak sampai 2 tahun. Perubahan mencolok pada desain bumper depan dan belakang. Perubahannya diikuti desain lampu depan dan belakang, plus dasbor yang kini menyimpan pengaturan ac digital.

Itu belum termasuk sentuhan di bagian kaki-kaki yang beberapa tahun terakhir justru kata 'nyaman' menempel pada merek kompetitor.

Salah satu pengguna mobil Toyota, Didi Soe yang ditemui CNNIndonesia.com mengapresiasi perubahan pada Avanza dan Veloz 2019.

Didi mengaku belum mengendarai Avanza baru, namun dijelaskan Didi, taktik 'bersih-bersih' Avanza telah sesuai dengan permintaan komunitas pemilik mobil Toyota. Ia menambahkan bahwa hasil polesan tak meleset dengan harapan komunitas.

"Secara keseluruhan ok, desain eksteriornya sudah sesuai dengan ubahan yang diminta. Tapi sayang rem belakangnya drum (disebut rem tromol)," ucap Didi beberapa jam setelah peluncuran Avanza model baru 2019.

Terlepas dari masalah rem tromol, Didi menilai ubahan yang dilakukan Toyota mengisyaratkan baik untuk konsumen dan calon konsumen yang selama ini menanti ubahan pada Avanza dan Xenia.

Didi menambahkan Toyota Indonesia sedang berupaya keras mengembalikan posisi MPV 'murah' Avanza dengan melakukan berbagai strategi dan melakukan berbagai pendekatan walaupun Toyota terbukti memiliki jaringan resmi sampai pelosok di Indonesia.

Hal itu merupakan keunggulan Toyota untuk meraih hati konsumen dan memecah strategi kompetitornya.

Karena itu TAM memiliki keyakinan bisa mencapai target penjualan Avanza per bulannya, sementara salah satu lawan 'berat' Avanza, yaitu Xpander tengah menghadapi pekerjaan rumah membenahi kapasitas produksi di pabriknya dan memenuhi inden Xpander tahun lalu yang belum terselesaikan.

Penjualan wholesales Avanza sepanjang 2018 menorehkan 82.167 unit, dan rivalnya, Xpander mencatat 75.075 unit. Pertarungan segmen low MPV pada tahun lalu sangat sengit karena masing-masing mobil memiliki keunggulan, namun hasil di atas kertas, Avanza terbukti lebih unggul.

Hasil tersebut menambah rentetan rekor kemenangan Avanza selama merangsek ke segmen low MPV sebagai pengganti Toyota Kijang yang terus naik kelas. Tercatat Avanza belum terkalahkan selama 15 tahun kehadirannya di Indonesia.

Konsumen Jangan Tertipu Wajah

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura mengatakan perubahan Avanza-Xenia tak signifikan sehingga memberikan kesempatan bagi konsumen yang hendak beralih membeli Xpander.

"Jadi dengan melihat desain tersebut, para konsumen yang memang berharap lebih pada desain baru Avanza dan Xenia mungkin bisa beralih pada Xpander. Ini akan jadi peluang bisnis buat Mitsubishi," kata Nakamura.

Satu sisi Nakamura melihat Toyota sedang 'mempermainkan' konsumen demi kepentingan perusahaan. Menurut Nakamura ada strategi-strategi yang tak masuk akal.

"Seperti yang kamu bilang tidak ada kenaikan harga, tapi tolong diperiksa antara diskon yang diberikan Avanza sebelum minor change (ubahan minim) dengan harga yang kemarin diumumkan," ucapnya.

Atas alasan itu Mitsubishi merasa lebih mampu meningkatkan simpati konsumen tanpa menyebarkan intrik.

Terlepas dari itu, secara usia, Avanza memang lebih senior dari Xpander, wajar pasar Avanza sudah terbentuk di Indonesia. Avanza yang 'begitu-begitu' saja tetap dicari konsumen dan masih merajai penjualan low MPV tahun lalu meski 7 bulan di 2018 (Februari, Maret, April, Mei, Juli, Agustus, September) ditekuk Xpander.

Tahun ini pertarungan low MPV masih menarik untuk disimak. Bila Avanza bertakhta, publik jangan aneh, namun jika Xpander yang menang, berarti strategi pemasaran Toyota kelewatan gagal. Avanza tak boleh jemawa. (mik)