Nissan Rugi Ratusan Miliar Rupiah Gara-gara Carlos Ghosn

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 11:22 WIB
Nissan Rugi Ratusan Miliar Rupiah Gara-gara Carlos Ghosn Carlos Ghosn. (Foto: REUTERS/Regis Duvignau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan menyatakan mantan chairman mereka, Carlos Ghosn, menerima "pembayaran tidak patut" sebesar sekitar 8 miliar euro (Rp129 miliar) dari perusahaan patungan berbasis di Belanda. Nissan yang merugi diperkirakan bakal mengajukan tuntutan untuk mengembalikan dana itu.

Nissan menjelaskan Ghosn menandatangani kontrak kerja pribadi dengan Nissan-Mitsubishi B.V. (NMBV). Perusahaan itu dibentuk atas sebuah misi, yaitu "mengeksplorasi dan mempromosikan sinergi dalam kemitraan Nissan-Mitsubishi Motors".

"Berdasarkan kontrak itu, ia menerima total 7.822.206,12 euro (termasuk pajak) dalam kompensasi dan pembayaran lainnya dari NMBV," jelas Nissan dalam pernyataan resmi diberitakan AFP, Jumat (18/1).


Nissan mengungkap kontrak itu ditandatangani tanpa konsultasi dengan CEO Nissan saat ini Hiroto Saikawa dan CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko.

"Nissan memandang pembayaran yang diterima Ghosn dari NMBV merupakan hasil dari pelanggaran dan akan dipertimbangkan langkah-langkah pemulihan," ujar Nissan.

Saat ini Ghosn sudah dihadapkan pada tiga tuntutan resmi. Pertama, dia dituduh tidak menyatakan pendapatannya sebesar 5 miliar yen (Rp654 miliar) antara 2010 dan 2015 dalam dokumen resmi kepada pemegang saham,.

Kedua, ia dituduh melanjutkan praktik itu selama tiga tahun ke depan yang dipercaya menyembunyikan uang 4 miliar yen (sekitar Rp519 miliar).

Ketiga, lebih kompleks, yaitu Ghosn dituduh menggunakan dana Nissan ke perusahaan Arab Saudi yang telah membantu Ghosn menyelesaikan masalah finansialnya.

Ghosn sudah menyangkal semua tuduhan itu. Saat sidang dengar pendapat dia mengatakan telah salah dituduh dan ditahan secara tidak adil atas tuduhan yang tidak mendasar.

Dia telah mengajukan banding beberapa kali agar dibebaskan dengan jaminan dan telah mengajukan banding lainnya pada dua pekan lalu.

Sejauh ini, semua banding telah ditolak dengan alasan Ghosn berisiko kabur ke luar negeri dan akan menghilangkan bukti. Ghosn telah ditahan oleh otoritas Jepang sejak 19 November 2018. (ham/fea)




BACA JUGA