Google Setop Hangouts pada Oktober 2019

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 20:46 WIB
Google Setop Hangouts pada Oktober 2019 Ilustrasi. (REUTERS/Chris Helgren)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google akhirnya memberikan kepastian bahwa aplikasi layanan perpesanan instan dalam Gmail, Hangouts, akan dihentikan pada Oktober 2019. Aplikasi itu akan digantikan oleh Hangouts Chat dan Meeting.

Hangouts original itu akan berhenti melayani pengguna G Suite alias pengguna berbayar untuk menikmati layanan Google. Pengguna yang menikmati layanan Google secara gratis masih akan dilayani Hangouts.

"Akhir tahun ini, kami akan mentransisikan pengguna Hangouts klasik di domain G Suite ke Chat dan Meeting. Sebagai langkah pertama, beberapa perubahan akan terjadi pada 16 April 2019," lanjut Google dalam blognya.


Pada April, Google menerangkan bahwa pihaknya akan mengubah beberapa hal yang memerlukan campur tangan para administrator email yang biasanya adalah tim IT perusahaan. Namun pada waktu ini, pengguna G Suite masih bisa menggunakan Hangouts asli.

Pada April - September, fitur yang ada di Hangouts akan berpindah ke Chat sebelum pada Oktober aplikasi itu benar-benar pensiun. Google juga mengatakan bahwa perusahaan akan membantu transisi ini semulus mungkin.

Google akan mengintegrasikan Chat dengan Gmail dan memungkinkan pengguna untuk bercakap-cakap dengan pengguna lain di internal perusahaan. Meet juga disebut menawarkan pengalaman panggilan video yang lebih baik.

Pengguna juga bisa menelepon dengan aplikasi tersebut. Telepon ini akan tanpa pulsa seperti halnya WhatsApp dan layanan aplikasi perpesanan lainnya.

Sebelumnya, Google memang telah mengatakan pihaknya akan mengganti Hangouts klasik dengan dua aplikasi lainnya pada November silam. Pada 2017, Google mengatakan Hangouts akan 'berevolusi' untuk fokus pada Meet, fitur konferensi video, dan Chat, platform pengiriman pesan dan pesaing Slack.

Hangouts bukan satu-satunya aplikasi perpesanan Google yang dihentikan layanannya. Perusahaan juga akan menutup Allo, aplikasi percobaan lainnya. Perusahaan akan menggantikannya dengan aplikasi lain untuk melayani obrolan internal yang mendukung standar baru yang disebut RCS.

Secara teoritis, Allo sebenarnya membawa kemampuan seperti iMessage ke aplikasi SMS default di setiap ponsel Android. Namun, The Verge mencatat Google baru saja meluncurkan RCS di jaringan Google Fi sendiri minggu lalu.

Hal ini menyusul dukungan terbatas pada beberapa operator Amerika seperti Verizon, Sprint, dan T-Mobile. (jnp/age)