Jaring Pengguna, Gojek Gaet Aplikasi Produk Seken Singapura

CNN Indonesia | Jumat, 25/01/2019 00:30 WIB
Jaring Pengguna, Gojek Gaet Aplikasi Produk Seken Singapura Ilustrasi (CNN Indonesia/Harey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek dilaporkan telah menggandeng kerjasama dengan layanan jual beli online barang seken pakai antar konsumen Carousell di Singapura. Kerjasama ini bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak pengguna baru di negara tersebut.

"Sebagai pasar (marketplace) konsumen-ke-konsumen (C2C) yang paling terkenal di Singapura, Carousell memecahkan masalah bagi konsumen dengan menjadikan pertukaran barang dan jasa lebih mudah diakses," ujar Global Head of Transport Gojek, Raditya Wibowo, kepada Marketing-Interactive, Kamis (24/1).

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Carousell dan tumbuh bersama dengan mitra lokal yang inovatif," tambahnya.


Pengguna Carousell yang mendaftar ke Go-Jek dapat mengklaim voucher hingga 13 dolar Singapura (Rp135.783; kurs=Rp10.444,85). Pengguna Go-Jek baru di Singapura juga mendapatkan dua voucher senilai Sin$ 5 (Rp52 ribu) ketika mereka mengunduh aplikasi transportasi ini.

Sementara itu, pengguna Carousell yang mendaftar untuk layanan ini melalui iklan yang ditampilkan di aplikasi atau di situs webnya akan mendapatkan tambahan 3 dolar Singapura (Rp31 ribu) dalam bentuk voucher jika mereka melakukan pendaftaran antara 24 Januari dan 6 Maret 2019.

Menurut laporan Tech in Asia, voucher tersebut berlaku selama 14 hari dan akan diterapkan secara otomatis saat pengguna memesan perjalanan. Carousell dan Gojek juga mengatakan mereka akan berkolaborasi dalam pembayaran di seluruh Asia Tenggara, meskipun rincian lebih lanjut belum diumumkan.

Ini adalah kemitraan besar kedua yang dilakukan Gojek dengan perusahaan Singapura. Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Jakarta ini juga bekerjasama dengan DBS pada peluncuran beta di November lalu.

DBS sendiri merupakan adalah investor di Carousell. Pihaknya memberikan suntikan seri C senilai US$85 juta (Rp1,2 triliun) pada Mei tahun lalu.

Gojek terus memberikan subsidi dalam upayanya untuk merebut pangsa pasar dari Grab, saingannya. Mereka juga memasang berbagai iklan untuk membangun kesadaran terhadap merek mereka. (kst/eks)