Sementara itu, seorang teknisi Microsoft yang tak disebutkan identitasnya menyebut kalau Bing terblokir dengan pola serupa dengan pemblokiran situs lainnya oleh pemerintah China. Namun, Microsoft tidak menerima pemberitahuan sebelumnya dari pemerintah. Sehingga diperkirakan gangguan akses itu dilakukan secara tidak sengaja oleh pemerintah.
Meski mengakui adanya gangguan akses Bing di China pada Rabu (23/1), namun Microsoft menolak untuk memberikan keterangan lebih detil mengenai hal ini. Begitu juga dengan Administrasi Siber China yang juga tak memberikan komentar atas pertanyaan yang diajukan lewat fax.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, kesulitan akses itu diperkirakan terjadi karena DNS Microsoft dialihkan dengan teknik poisoning atau akibat teknik black holing.
"Kami tidak tahu apakah (terblokirnya Bing) adalah ketidaksengajaan atau tidak. Tapi jauh lebih mudah terjadi kesalahan Bing terblokir ketika Anda memblokir satu set alamat IP," jelas Wakil Presiden Express VPN Harold Li.
Lihat juga:China Blokir Mesin Pencari Microsoft, Bing |
Laman serupa akan muncul jika pengguna membuka laman yang telah diblokir pemerintah sebelumnya, seperti Google dan Facebook. Namun pada Jumat (25/1), Bing dilaporkan sudah bisa kembali diakses.
Kesulitan akses Bing terjadi setelah artikel dari seorang jurnalis China mengkritik kuarlitas pencarian Baidu, portal mesin pencarian terbesar di China. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa terblokirnya Bing ada kaitannya dengan hal tersebut.
Sejak 2016, Baidu telah mengalami kritik dari publik ketika seorang mahasiswa meninggal akibat mencari perawatan di rumah sakit yang diiklankan Baidu. (reuters/eks)