Target Produksi Massal AMMDes Mulai Februari 2019

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 09:57 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong produksi AMMDes mencapai 3.000 unit per tahun dan diharapkan bisa ditingkatkan hingga hingga lima kali lipat. PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) selaku salah satu produsen AMMDes, tengah mengebut persiapan pelaksanaan produksi massal alat multiguna bagi 'Pak Tani' tersebut. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantu percepatan produksi alat mekanis multiguna perdesaan (AMMDes) untuk bisa diproduksi massal AMMDes mulai Februari 2019. Kemenperin mendorong produksi AMMDes mencapai 3.000 unit per tahun dan diharapkan bisa ditingkatkan hingga 9.000-15.000 unit per tahun sesuai permintaan.

"Sebagaimana komitmen kami dihadapan Bapak Presiden Joko Widodo saat launching AMMDes pada pembukaan GIIAS 2018 di Jakarta, AMMDes ditargetkan dapat diproduksi massal awal tahun 2019," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto di Jakarta, Senin (28/1).

Menurut Harjanto, PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) selaku salah satu produsen AMMDes, tengah mengebut persiapan pelaksanaan produksi massal alat multiguna bagi "Pak Tani" tersebut. Beberapa hal telah dilakukan PT KMWI, baik secara teknis maupun administrasi.


Misalnya, mulai dari pendaftaran merek di Kementerian Hukum dan HAM, memperoleh penetapan Kode Perusahaan dan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kementerian Perindustrian, hingga persiapan untuk mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) di Kementerian Perhubungan.

"Salah satu persyaratan perusahaan industri kendaraan bermotor untuk dapat berproduksi, diwajibkan memiliki Kode Perusahaan dan NIK, termasuk AMMDes," ungkap Harjanto.

Dalam hal ini, Kemenperin telah melakukan verifikasi dokumen permohonan dan fasilitas produksi PT KMWI selaku produsen AMMDes dan dinyatakan lengkap dan siap. "Sehingga kami telah menerbitkan Kode Perusahaan dan NIK PT KMWI pada tanggal 8 Januari 2019 lalu," imbuhnya.

Secara terpisah, Direktur PT KMWI Reiza Treistanto menyampaikan, pihaknya fokus pada persiapan produksi AMMDes di tahun ini. "Setelah dilakukan pemindahan lokasi produksi dari Cikarang ke Citeureup, kami terus melengkapi fasilitas produksi," terangnya.

Tidak hanya menyiapkan peralatan produksi, PT KMWI juga sedang menyediakan peralatan pengujian dan fasilitas kantor lainnya. "Dari sisi unit AMMDes, kami terus melakukan perbaikan agar dapat memenuhi ketentuan pengujian kendaraan bermotor sebagai persyaratan mendapatkan Kode Perusahaan dan NIK dari Kemenperin serta. SUT dari Kemenhub," ujarnya.

PT KMWI bertekad untuk dapat menghasilkan produk yang berdaya saing di pasar domestik dan ekspor. "Sebagaimana yang berulang kali disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, AMMDes harus diperhatikan dari aspek keamanan dan keselamatan penggunaannya," tutur Reiza dalam keterangan resmi.

Saat ini, PT KMWI telah mengajukan aplikasi uji tipe di Kemenhub. Diharapkan, sebelum akhir Januari 2019, SUT sudah dapat diterbitkan, untuk kemudian dilakukan pendaftaran tipe produksi di Kemenperin, untuk selanjutnya diproduksi massal. (mik)