Saat ini, pangsa pasar ponsel kelas bawah ini telah menyalip segmen menengah (mid-end). Padahal, sebelum kehadiran Xiaomi Redmi 5A pangsa pasar ponsel kelas menengah tengah melesat di Indonesia.
"Kenapa berbalik? Karena diinisiasi oleh Xiaomi Redmi 5A yang booming di Indonesia dan harganya merusak pasar," kata Associate Market Analyst Client Devices, IDC Indonesia Rizky Febrian saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Xiaomi Redmi 5A membuat vendor ponsel lainnya harus melakukan strategi untuk mempertahankan pasar di segmen low-end.
"Makanya beberapa waktu lalu, akhirnya Oppo bawa Realme ke Indonesia untuk mempertahankan pangsa pasar mereka di low-end. Samsung juga diprediksi boyong Galaxy M series," tutur Rizky.
Rizky juga mengatakan persaingan vendor ponsel besar di segmen kelas bawah ini mengancam jatah vendor lokal seperti, SPC, Evercross, Advance, dan Mito.
Rizky mengatakan pangsa pasar untuk ponsel lokal berpotensi menurun dengan adanya persaingan antar vendor besar di segmen ponsel kelas bawah. Kendati demikian, Rizky optimis vendor lokal bisa tetap bersaing di segmen kelas bawah dengan cara menemukan strategi yang tepat.
"Ke depannya meningkat persaingan di low-end bukan tidak mungkin jumlah vendor akan semakin kecil pangsa pasarnya," ujar Rizky. (jnp/eks)