IDC Sebut 'AI' Bisa Gantikan Fungsi Kerja Manusia

CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 18:55 WIB
IDC Sebut 'AI' Bisa Gantikan Fungsi Kerja Manusia Ilustrasi (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- IDC mengakui robot dan kecerdasan buatan bisa menggantikan fungsi pekerjaan yang saat ini dilakukan manusia. Fungsi pekerjaan ini bisa diambil oleh artificial intellegence (AI) karena dianggap lebih pintar dan akurat dari manusia.

Tapi menurutnya tak bisa menggantikan manusia itu sendiri. Mevira berpendapat peran manusia bisa dialihkan ke fungsi pekerjaan lainnya. Sebab, AI tetap membutuhkan manusia untuk dapat beroperasi.

"Kalau replace job function (menggantikan fungsi kerja) memang mungkin, karena lebih pintar dan akurat dibandingkan manusia. Tapi justru itu bisa dimanfaatkan manusia karena membuka peluang kerja (baru)," jelas Head of Operations IDC Indonesia Mevira Munindra pada dalam acara IDC Indonesia FutureScape di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).


Ia kemudian memberikan contoh pergeseran fungsi pengawasan dalam pemeliharaan mesin manufaktur di pabrik. Dulu, pengawasan mesti dilakukan manusia, tapi nantinya fungsi ini bisa digantikan oleh robot. Sehingga manusia bisa fokus dalam mengganti komponen-komponen mesin tersebut.

"Misalnya bicara monitoring atau predictive maintanance manufaktur. Sebelumnya pegawai di pabrik harus tahu dalam setahun harus cek mesinnya. Sekarang dengan adanya machine learning ini bisa memberi tahu manusia bahwa mesin pabrik itu harus diperbaiki. Jadi ada kolaborasi di situ," tutur Mevira.

Selain itu ia menyebut kecerdasan buatan (AI) akan berkolaborasi dengan manusia. Sebab, kehadiran AI akan membantu proses pekerjaan manusia yang sulit. Di sisi lain manusia juga akan memberikan asupan pengetahuan (insight) berupa data ke AI. Sehingga, kehadiran AI akan membuat perubahan besar atas proses bekerja hingga kemampuan pekerja.

Di sisi lain, pada 2030 diprediksi 50 persen warga akan kehilangan pekerjaan mereka akibat perkembangan robot dan kecerdasan buatan. Hal ini diungkap oleh penelitian yang dilakukan Nomura Research Institute di Jepang dan Universitas Oxford Inggis, seperti dikutip Japan Times.

Sehingga, mayoritas dari pekerja yang kurang kompetitif ini mereka tidak memiliki pilihan sehingga mereka mesti mengambil pekerjaan bergaji rendah tanpa keterampilan khusus. (jnp/eks)