Head of Operations IDC Indonesia Mevira Munindra mengungkap belanja tersebut digunakan untuk membeli penyimpanan komputasi awan hingga menyewa konsultan teknologi untuk melakukan transformasi digital.
"Belanja didominasi oleh hardware spending terutama untuk enterprise (perusahaan besar). Seperti cloud storage (penyimpanan awan), services (jasa) juga banyak, konsultan, resource (sumber daya)," kata Mevira di acara IDC Indonesia FutureScape di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mevira mengatakan jasa penyedia dan pembangunan infrastruktur teknologi diminati oleh pelaku bisnis karena beberapa perusahaan membutuhkan bantuan untuk bertransformasi digital.
"Ada 30 persen perusahaan di Indonesia kami klasifikasikan digital determined (diarahkan oleh digital). Masih ada yang butuh bantuan untuk inovasi karena banyak tantangan yang dirasakan," kata Mevira.
Selain itu, ia mengatakan dalam lima tahun ke depan setiap perusahaan di Indonesia memiliki urgensi untuk menciptakan aplikasi sendiri yang bisa menopang bisnis mereka. IDC memprediksi dalam waktu lima tahun akan muncul 5 juta aplikasi.
"Sekarang industri mature seperti perbankan sudah ada tim untuk menciptakan aplikasi sendiri. Dengan alat dan platform baru, lebih banyak pengembang, metode yang adaptif akan banyak aplikasi yang akan bermunculan, tutur Mevira. (jnp/eks)