Foxconn Akhirnya Sepakat Bangun Pabrik di AS

CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 00:24 WIB
Foxconn Akhirnya Sepakat Bangun Pabrik di AS Ilustrasi (Foto: REUTERS/Pichi Chuang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Foxconn akhirnya sepakat untuk membangun pabrik panel layar di Winconsin, Amerika Serikat. Perusahaan asal Taiwan ini sebelumnya sempat bimbang untuk merealisasikan rencananya itu.

Dalam sebuah pernyataan Jumat (1/2), chairman Foxconn Terry Gao memutuskan untuk tetap kukuh pada rencana awal setelah ia bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Dalam perbincangan tersebut, keduanya membahas rencana pembangunan pabrik di AS.

"Keputusan kami berdasarkan evaluasi komprehensif dan sistematis untuk menentukan mana yang paling cocok untuk proyek kami di Wisconsin," tulis Foxconn dalam pernyataannya.


Trump menyambut positif rencana Foxconn untuk merealisasikan rencananya itu. Menurut Trump, keputusan Foxconn untuk mendirikan pabrik di Wisconsin merupakan kabar baik setelah ia melakakukan pertemuan dengan Terry Gou.



Juru bicara Foxconn seperti dilansir CNN, mengatakan pihaknya tidak mengetahui jika ada insentif atau rujkan tambahan yang ditawarkan usai pertemuan dengan Trump.

Ia juga mengatakan belum ada kepastikan terkait lokasi, jumlah karyawan yang akan direkrut, hingga ahli yang bertanggung jawab untuk riset dan pengembangan.

Tarik ulur rencana pembangunan pabrik Foxconn di AS telah diumumkan sejak 2017 silam. Saat itu, pemanufaktur utama Apple ini mengindikasikan akan membuat memproduksi panel layar berukuran raksasa untuk televisi dan perangkat premium lainnya.

Seiring berjalannya waktu, pada musim panas lalu Foxconn mengubah rencana untuk memproduksi panel layar berukuran lebih kecil untuk kebutuhan perangkat elektronik.

Saat itu Foxconn dijanjikan insentif pemotongan pajak sebesar US$3 miliar (sekitar Rp40 triliun rupiah).

Kendati demikian, ahli ekonomi dari University of Wisconsin Steven Deller menilai pendirian pabrik ini merupakan langkah ragu-ragu yang terkesan mempermainkan AS.

"Saya rasa mereka sedang bermain-main. Mereka sebelumnya telah sepakat atas hal serupa di India, Brasil, dan Pennsylvania. Mereka mempunyai catatan kerap menjanjikan sesuatu dan tidak mewujudkannya," ucap Deller. (lea/evn)