Dewan Direksi Nissan Tunjuk Bos Renault Gantikan Carlos Ghosn

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 10:28 WIB
Dewan Direksi Nissan Tunjuk Bos Renault Gantikan Carlos Ghosn Carlos Ghosn. (Foto: REUTERS/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan direksi Nissan telah memutuskan bos baru Renault, Jean-Dominique Senard, sebagai pengganti Carlos Ghosn yang saat ini sedang ditahan di Jepang karena kasus dugaan pelanggaran finansial.

Penominasian Senard bukan berarti dia bakal langsung menggantikan posisi chairman Nissan yang pernah dipegang Ghosn. Nissan saat ini masih mencari pengganti Ghosn dan diprediksi tidak akan melakukan pengumuman apapun terkait hal itu sebelum Juni.

Meski sudah diajukan, keputusan final menyerahkan kursi dewan Ghosn pada Senard mesti dipastikan oleh para pemegang saham. Rapat luar biasa pemegang saham bakal digelar pada 8 April.


Dalam rapat itu hanya akan membahas soal nominasi Senard dan pengumuman resmi pemecatan Ghosn serta tangan kanannya Greg Kelly dari kewenangan dewan direksi. Ghosn dan Kelly sekejap disingkirkan Nissan usai penangkapan keduanya oleh otoritas Jepang pada 19 November.

Nissan tidak mengumumkan rencana pengganti posisi Kelly dalam dewan direksi.

Sebelum bermasalah di Jepang, Ghosn merupakan bos dari aliansi Renault, Nissan, dan Mitsubishi. Nissan dan Mitsubishi langsung membebastugaskan Ghosn usai ditangkap, namun Renault menunggu lebih lama sampai akhirnya memutuskan menggantikannya dengan Senard.

CEO Nissan Hiroto Saikawa menggambarkan penunjukan Senard sebagai "babak baru" dalam hubungan Nissan dengan Renault.

Ghosn saat ini masih menunggu proses persidangan atas tuduhan pelanggaran tidak melaporkan pendapatannya dalam periode delapan tahun dan mencoba menutupi kerugian pribadi dengan aset Nissan.

Dalam sesi wawancara dengan AFP pekan lalu, Ghosn mengatakan upaya Nissan kepadanya merupakan "jebakan", "plot", dan "cerita pengkhianatan".

Menurut Ghosn upaya penahanannya merupakan gerakan oposisi dan kekhawatiran atas proyek yang sedang dia garap untuk meleburkan tiga perusahaan dalam aliansi. Skenario itu, jelas Ghosn, padahal diciptakan untuk membuat perusahaan grup pengontrol tiga entitas dengan saham kepemilikan. (fea)


BACA JUGA