YouTube Akui Rewind 2018 'Memalukan'

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 02:47 WIB
YouTube Akui Rewind 2018 'Memalukan' Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO YouTube Susan Wojcicki mengakui video YouTube Rewind 2018 adalah hal yang 'memalukan'. Pengakuan ini muncul beriringan dengan jumlah dislike (tidak suka) video yang menembus angka 15 juta.

YouTube Rewind 2018 memecahkan rekor video yang dengan jumlah dislike terbanyak. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh video dari bintang pop ternama Justin Bieber.

Video ini hanya membutuhkan waktu seminggu untuk memliki gelar video dengan jumlah dislike terbanyak di platform Youtube.


Sebagai informasi, Youtube Rewind 2018 adalah sebuah video tapak tilas yang dirilis setiap tahun. Video ini merefleksikan dan mendefinisikan Youtube setiap tahun

"Kami mendengar Anda bahwa itu tidak secara akurat menunjukkan momen-momen penting tahun ini, juga tidak mencerminkan YouTube yang Anda kenal. Kami akan lebih baik menceritakan kisah kami pada tahun 2019, "tulis Wojcicki dalam keterangan resmi.

Alasan utama Youtube Rewind 2018 menjadi video yang paling tidak disukai disinyalir karena video ini tidak merefleksikan dan mendefinisikan Youtube pada tahun 2018. Pengguna Youtube dan pembuat konten banyak yang mengkritik video itu terlalu banmyak menampilkan para selebriti Youtube dan tidak menggambarkan budaya terkini Youtube secara akurat.

Video itu dianggap banyak melewatkan momen besar dan kadang yang tidak terlalu ramah iklan. Contohnya, ketika PewDiePie tengah berusaha menjaga agar para pelanggannya tidak dikalahkan T-Series, seperti dilansir The Verge

Dilansir dari TechCrunch, Wojcicki juga menyebut soal monetisasi Youtube. Banyak pembuat konten di Youtube yang mengeluhkan penurunan pendapatan setelah Youtube mengubah aturan iklan di platformnya tahun lalu. Momen yang mereka sebut sebagai "adpocalypse".

Tahun lalu Youtube mengalami banyak keberatan dari pemilik konten karena iklan mereka muncul pada video-video yang tidak sesuai dengan pencitraan mereka. Untuk menanggapi keluhan para pengiklan, Youtube lantas mengubah aturan iklan mereka setelah setengah dari pengiklan besar mereka menunda memasang iklan.

Bagi para pembuat video, perubahan ini membuat pendapatan mereka menurun tanpa alasan yang jelas. Namun, Youtube beralasan kalau perubahan itu dilakukan untuk menjaga kepercayaan para pengiklan. Ia menambahkan hampir sebagian besar pengiklan besar itu kini telah kembali beriklan di platformnya.

Nantinya, Wojcicki menjanjikan para pembuat konten di Youtube akan disediakan dashboard Youtube Studio untuk memantau bagaimana performa video yang mereka buat. (jnp/eks)