Alih-alih didorong untuk bersaing dan mengadu bisnis luring dengan daring, Soeprapto mengatakan sinergi bisa menjadi masa depan bisnis e-commerce.
"Nanti ada gesekan orang sehingga tidak akan bertahan. Idealnya menurut kami Ipsos harusnya ada harmoni dan sinergi," kata Soeprapto dalam acara bertajuk "e-Commerce 4.0 - What's Next", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mewujudkan sinergi antara kedua saluran penjualan tersebut, menurutnya dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Ditambah pemerintah jga menyiapkan gerbang pembayaran (payment gateway) yang mumpuni.
"Kita itu masih sangat dangkal kita itu beli barang melihatnya di gadget. Padahal kalau di sana kebiasaan belanja tidak berubah ya tetap datang memilih barang dan itu fisik bukan barang digital. Lalu dia capture kemudian barang terkirim. Ini yang harus dilakukan agar menghidupkan industri offline," ujar Yustinus.
Model toko Amazon Go di AS memungkinkan pelanggan berbelanja dengan memindai akun Amazon di dalam toko menggunakan ponsel pintar. Amazon mengandalkan ratusan sensor, kamera, dan machine learning yang tersebar di seluruh penjuru toko. Sensor dan kamera akan mendeteksi kegiatan pembeli di toko, ditambah kemampuan 'kasir otomatis' yang mengidentifikasi dan menghitung barang belanjaan. (jnp/evn)