NASA Izinkan SpaceX Uji Terbang Crew Dragon ke ISS Maret

eks, CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 12:22 WIB
NASA Izinkan SpaceX Uji Terbang Crew Dragon ke ISS Maret Kapsul Crew Dragon milik SpaceX (David McNew/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA beri lampu hijau bagi SpaceX untuk menguji kapsul berawak mereka, Crew Dragon. Pengujian terbang ini akan dilakukan tanpa awak di kapsul tersebut. Rencananuya kapsul ini akan meluncur pada 2 Maret di Cape Canaveral, Florida.

"Sangat antusias karena kami telah menetapkan peluncuran pada 2 Maret," jelas Bill Gerstenmaier, Associate Administrator untuk program penerbangan manusia NASA.

NASA memberi opsi penerbangan lain pada 5, 8, atau 9 Maret. Jika penerbangan tidak berhasil dilakukan sebelum 9 Maret, maka NASA dan SpaceX terpaksa menunda penerbangan sedikit lebih lama lagi. Sebab, setelah itu Rusia memiliki jadwal untuk menerbangkan misi roket Soyuz milik agensi luar angkasa Rusia Roskosmos untuk membawa kru kosmonaut baru di ISS.


Setelah penerbangan perdana ini, SpaceX siap untuk melakukan tes penerbangan lain pada April. Penerbangan kedua itu dilakukan untuk mengetes sistem pembatalan darurat kapsul itu. Ini adalah sistem yang serupa dengan yang diterapkan roket Soyuz. Sistem keamanan yang berhasil menyelamatkan nyawa dua orang kosmonaut mereka ketika roket itu sempat terbakar saat meluncur Oktober lalu.

Baik NASA dan SpaceX sepakat untuk melakukan penerbangan itu setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi apakah pesawat tersebut siap untuk melakukan penerbangan ke International Space Station (ISS).

Jika penerbangan kapsul ini berhasil mencapai orbit dimana ISS berada, ini akan menjadi pertanda yang baik bagi SpaceX mulai melakukan penerbangan berawak pertama mereka kelak. Penerbangan yang dinamakan Demonstration Mission-1 (DM-1) adalah bagian dari program Kru Komersial NASA. Program ini akan menerbangkan astronaut NASA ke ISS menggunakan pesawat milik swasta.

Sebab, belakangan NASA bergantung pada pesawat milik Rusia untuk menempatkan astronautnya ke stasiun luar angkasa internasonal itu. Pada Desember lalu, astronaut NASA dan kosmonot Rusia diluncurkan ke ISS menggunakan roket Soyuz. Sejak berakhirnya program Shuttle, Soyuz menjadi satu-satunya alternatif. Selain mahal, cara ini kjuga membatasi misi yang bisa dibawa oleh NASA ke stasiun itu.

Untuk program ini, SpaceX bersaing dengan Boeing. Boeing pun tengah mengembangkan kapsul CST-100 sebagai moda transportasi para astronoaut itu. Namun, sebelum kapsul ini digunakan untuk mengangkut astronaut, mereka harus berhasil mengorbitkan kapsul-kapsul ini ke ruang angkasa tanpa awak terlebih dulu. Boeing berencana untuk menguji kapsul mereka pada April.

Selama ini peluncuran kru ISS tinggal bergantung pada roket Soyuz milik Roscosmos milik Rusia (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Sementara Crew Dragon milik SpaceX sudah tersedia di Cape Canaveral sejak Desember lalu, siap untuk meluncur. SpaceX bahkan sudah menyiapkan roket Falcon 9 mereka untuk menerbangkan kapsul itu ke orbit. Mereka tinggal mendapat persetujuan NASA untuk terbang.

Kapsul ini rencananya akan mengudara pada Sabtu, 2 Maret 2019 pukul 2:48 AM (15:48 WIB). Penerbangan dini hari ini dilakukan karena saat itu bertepatan dengan orbit ISS di atas Kennedy Space Center, Florida, tempat meluncurnya kapsul itu.

Para kru akan terus bekerja hingga keesokan harinya untuk memastikan proses pendaratan otomatis di ISS berjalan lancar. Kapsul itu akan tetap menempel di ISS selama seminggu, sebelum akhirnya dilepaskan pada Jumat pagi. Rencananya kapsul akan kembali mendarat di Samudra Atlantik dekat Florida, seperti dilaporkan The Verge

Tes penerbangan ini lebih pendek dibanding misi sebenarnya yang akan berlangsung selama sebulan. Tapi, meski sebentar diharapkan bisa memberi gambaran bagi SpaceX dan NASA soal kinerja Crew Dragon saat di luar angkasa dan kesiapannya membawa penumpang.

"Kendaraan ini memiliki banyak instrumentasi," jelas Kathy Lueders, Program Manager NASA's Commercial Crew Program dalam konferensi pers di Kennedy Space Center akhir pekan lalu (22/2). "Kami akan mendapat banyak gambaran tentang kendaraan ini ketika ia kembali."

Saat diuji, kapsul ini akan diisi beban yang serupa ketika ia ditumpangi penumpang. Kapsul ini juga akan dilengkapi dengan boneka dummy yang menggunakan seragam penerbangan SpaceX. NASA ingin memastikan tiga orang kru yang tengah berada di ISS saat ini tidak terancam bahaya ketika pesawat ini mendarat.

NASA Izinkan SpaceX Uji Terbang Crew Dragon ke ISS MaretBagian dalam Crew Dragon yang akan digunakan untuk menerbangkan kru ke ISS (David McNew/Getty Images/AFP)
Namun, Gerstenmaier menyebut kalau misi ini masih mengundang sejumlah resiko. Agensi luar angkasa Rusia, Roscosmos juga menyampaikan kekhawatiran mereka tentang software yang digunakan Crew Dragon ketika mendekati ISS. NASA menyebut akan menanggapi kekhawatiran itu dan memastikan tidak ada masalah ketika Crew Dragon mendarat di ISS.

"Kendaraan ini belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi. Tapi, kami tahu perangkat keras pesawat ini sudah cukup siap untuk melakukan penerbangan uji coba ini. Tapi, kami ingin menerbangkannya untuk melihat apakah ada hal lain yang kami lewatkan, dan kami sangat berharap bisa belajar sesuatu dari penerbangan ini," jelas Gerstenmaier, seperti dikutip Space News

NASA dan SpaceX juga harus memastikan kinerja parasut ketika kapsul ini kembali mendarat di Bumi. Kapsul dijadwalkan mendarat pada siang hari agar mereka bisa mengamati kerja parasut dengan jelas. 
(eks)