Laporan dari Barcelona

Kecerdasan Buatan Bikin Tangkapan Foto Kian 'Canggih'

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 18:30 WIB
Kecerdasan Buatan Bikin Tangkapan Foto Kian 'Canggih' President Qualcomm Incorporated Cristiano Amon disela presentasi di Mobile World Congress 2019. (Foto: CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Barcelona, CNN Indonesia -- Qualcomm telah mengumumkan generasi keempat cip AI Engine yang diklaim bsia meningkatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) pada ponsel pintar. Dengan kata lain, pembaharuan sistem kecerdasan buatan ini membuat hasil foto besutan vendor ponsel kian 'sempurna'.

President Qualcomm Incorporated Cristiano Amon mengungkapkan generasi keempat dari AI Engine Qualcomm ini akan membuat ponsel kian 'pintar'.

"Generasi keempat dari AI Engine Qualcomm memungkinkan ponsel melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan sebelumnya," ujar Amon dalam Mobile World Congress 2019 di Barcelona, Senin (25/2).


AI tidak hanya digunakan sebatas pada suara pada smartphone. Namun akan diterapkan pada kamera hingga augmented reality. 


Sebagian manufaktur seperti LG, Oppo, Samsung, Sony, dan Xiaomi telah memperkenalkan ponsel flagship berbasis Snapdragon 855 dengan AI Engine generasi keempat.

LG misalnya, menyematkan fitur AI pada ponsel lewat integrasi Google Lens ke dalam kamera ponsel G8 dan V50. Ponsel anyar LG ini akan menggunakan Google NN API dan Qualcomm HexagonTM Vector Processor di Qualcomm AI Engine untuk mengenali dan mendapatkan konteks dari teks di pratinjau kamera hampir empat kali lebih cepat dari pada CPU.

Fitur AI tambahan dalam ponsel tersebut termasuk kamera tunggal dan dual kamera bokeh, autentikasi wajah 3D, deteksi pemandangan, resolusi super, dan peningkatan fotografi komputasional. 

Semua fitur diklaim dapat menjadikan pemotretan foto dan video dengan kualitas tinggi, pemrosesan efek secara real-time yang lebih mudah dan lebih alami bagi konsumen.


Dalam pantauan CNNIndonesia.com, dalam booth Qualcomm di MWC 2019 terdapat ponsel prototipe yang ditanamkan sebagian peranti lunak kamera dengan AI.

Kamera tersebut mampu melakukan beberapa tangkapan "tidak biasa". Pengembangan peranti lunak dengan kecerdasan buatan bisa ditanam untuk memberikan tiga pembeda. Pertama, dengan sekali tangkapan kamera bisa membuat foto 3D atau mengubah foto biasa menjadi format 3D.

Kedua, peranti lunak kamera yang membuat keburaman (blur) di latar objek diatur sesuai kebutuhan. Ketiga, kelemahan pada hasil foto malam hari yang umumnya kurang detail teratasi dengan peranti lunak dalam ponsel. (age/evn)