Bebas Bersyarat, Carlos Ghosn Pilih Istirahat

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 12:27 WIB
Bebas Bersyarat, Carlos Ghosn Pilih Istirahat Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn. (REUTERS/Regis Duvignau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara mantan Bos Nissan, Carlos Ghosn, pada hari Kamis (7/3) berjanji untuk melakukan pembelaan "menyeluruh" untuk memulihkan reputasi kliennya, setelah pengusaha "yang sedang kelelahan" itu bebas bersyarat dari tahanan.

"Tentu saja dia lelah," kata Junichiro Hironaka kepada wartawan di kantornya.

"Dia ditangkap secara mendadak di bandara, ditempatkan di penahanan selama lebih dari 100 hari. Tidakkah dia lelah setelah menjalani semua itu?"


Hironaka enggan berbicara lebih lanjut tentang detail kebebasan Ghosn, yang dibebaskan pada Rabu (6/3) sore setelah penangkapannya yang mengejutkan pada 19 November dengan jaksa penuntut Jepang menyerbu masuk ke dalam jet milik perusahaannya.

Dia kemudian dituduh melakukan beragam pelanggaran keuangan.

Sesuai dengan jaminan pembebasannya yang bernilai sekitar US$9 juta, Ghosn telah berjanji untuk tinggal di kediamannya di Jepang dengan kamera pengintai dan hanya menggunakan komputer yang disediakan tanpa akses internet.

Jaminan Ghosn memberi waktu lebih bagi tim pengacaranya untuk mempersiapkan diri dalam persidangan mendatang.

Dalam hukum Jepang, tersangka mendapat masa penahanan yang panjang agar pihak berwajib bisa mendapat pengakuan.

Kasus Ghosn yang mendapat masa penahanan panjang di Jepang membuat dunia mengecam Negeri Matahari Terbit.

Dunia menganggapnya kasus penahan seperti ini adalah "penyanderaan keadilan".

"Saya pikir baik bahwa pengadilan memberikan jaminan bahkan dengan berbagai persyaratan, karena saya berpikir tidak adil untuk menahan terdakwa dalam waktu yang lama sebelum persidangan, dalam apa yang disebut 'penyanderaan keadilan'," kata Hironaka.

"Saya berharap 'penyanderaan keadilan' akan menjadi bagian dari masa lalu. Mulai sekarang, saya berharap kita akan dapat melakukan persiapan yang lebih rumit, lebih menyeluruh" untuk persidangan, katanya.

Hironaka mengatakan dia tidak tahu mengapa Ghosn memutuskan untuk meninggalkan pusat penahanan dengan berpakaian seperti pekerja konstruksi; mengenakan topi biru dan jaket kerja dengan garis-garis reflektif kuning.

"Saya terkejut ketika saya melihatnya di TV," kata Hironaka, yang mengatakan dia belum bertemu Ghosn secara pembebasan.

Pakaian itu dapat dilihat sebagai "humor" tetapi Ghosn bisa meninggalkan pakaian yang lebih tradisional, Hironaka menambahkan.

Dia mengatakan dia mengerti itu adalah rencana yang dibuat oleh sang taipan dan pengacara di lapangan.

Pengacara menambahkan bahwa tim pertahanan Ghosn sedang mempertimbangkan kesempatan baginya untuk berbicara dengan pers dalam waktu dekat meskipun ini tidak mungkin terjadi pada hari Kamis karena sang taipan sedang kelelahan.

Tetapi acara itu harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan mempengaruhi persidangan dan tidak memungkinkan jaksa untuk berpendapat bahwa Ghosn menggunakan media untuk mengirim pesan tersembunyi kepada rekan-rekannya untuk menyembunyikan bukti.

"Kami adalah pengacara pengadilan kriminal. Kami hanya memikirkan bagaimana kami bisa memenangkan vonis tidak bersalah," katanya.

(ard)


BACA JUGA