CNSA menyebut robot rover itu bekerja normal setelah berdiam cukup lama di dinginnya malam di bulan yang bisa mencapai minus 180 derajat. Suhu sedingin itu terjadi lantaran matahari tak menyinari sisi tersebut dalam jangka waktu lama. Sehingga, panel surya di kedua perangkat ini berada pada mode standby hingga siang di bulan menjelang.
Mereka kembali bekerja untuk menjepret penampakan di sisi terjauh Bulan. Robot penjelajah dalam misi Chang'e 4, Yutu 2 menjepret foto lanskap yang menunjukkan medan tempat robot penjelajah tersebut berada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari BGR, Yutu 2 telah menjalankan misi penelitian seperti mempelajari batu di permukaan, membuat katalog penemuan, dan berjalan secara perlahan di permukaan satelit alami Bumi tersebut.
Sebelumnya, CNSA telah membangunkan robot penjelajah Yutu 2 dalam Misi Chang'e 4 yang mendarat di sisi terjauh bulan pada awal tahun ini. Ketika malam tiba, CNSA memutuskan untuk mematikan Chang'e 4 hingga fajar menyingsing.
Misi China Chang'e 4 akan diikuti dengan misi Chang'e 5. Chang'e 5 akan menjadi babak final dari program Chang'e.
Dilansir Space, Yutu 2 akan menggelar investasi sains mendalam di sisi gelap bulan dengan membawa peralatan sains yang bisa menganalisa permukaan dan di bawah permukaan kawah Von Karnam dan Sout Pole-Aitken Basin.
China juga berencana untuk mendaratkan penjelajah lain di Mars tahun depan lewat misi Chang'e 5. Negara itu juga akan melakukan misi penjelajahan luar angkasa ke Jupiter dan sejumlah asteroid sebelum 2030, seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua. (jnp/eks)