Matahari 'Made in China' akan Bersinar Tahun Ini

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 08:14 WIB
Matahari 'Made in China' akan Bersinar Tahun Ini Ilustrasi matahari. (Foto: REUTERS/Borja Suarez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah rencana membuat bulan artifisial, China kembali memastikan jika proyek matahari buatannya siap menyinari tahun ini. Pada November lalu China mengumumkan proyek matahari buatan yang dinamakan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST).

Proyek ini dirancang untuk meniru proses fusi nuklir yang digunakan matahari dalam menghasilkan energi.

Matahari 'made in China' ditargetkan rampung tahun ini dan telah menghasilkan suhu elektron 100 juta Celcius pada proses uji coba. Angka tersebut merupakan suhu yang diperlukan untuk mempertahankan fusi.


Pejabat dari perusahaan Nuklir Nasional China, Duan Xuru mengatakan tim insinyur akan merampungkan konstruksi Tokamak HL-2M pada 2019.

"Plasma matahari buatan terdiri dari elektron dan ion. Tokamak telah mencapai suhu elektron lebih dari 100 juta derajat Celcius dalam plasma inti dan suhu ion mencapai 50 juta derajat Celcius," terang Xuru seperti dilansir Global Times.

Ia mengatakan jika perangkat yang dikembangkan ini bisa mencatat tujuh kali lebih panas dibandingkan suhu ion Matahari asli.

Mengutip Science and Technology Daily, suhu elektron dan ion hanya satu dari tiga tantangan untuk memanfaatkan fusi nuklir. Dua tantangan lainnya yakni terkait fusi dalam ruang terbatas dalam jangka panjang dan tingkat kepadatan yang cukup tinggi.

"Untuk meningkatkan suhu ion hingga lebih dari 100 juta derajat Celcius, kit butuh parameter perangkat yang lebih tinggi untuk menyuntikkan dan menyerap lebih banyak energi," jelasnya. (evn/evn)