"Dalam 24 jam pertama, kami telah menghapus 1,5 juta video yang tersebar secara global. Sekitar 1,2 juta di antaranya diblokir saat proses unggah," tulis Facebook dalam cuitannya, Sabtu (16/3) malam.
Facebook menyatakan jajarannya juga menghapus segala jenis video yang telah diedit meski tak menunjukkan konten grafis untuk menghormati orang-orang yang terdampak dari penembakan di sana dan sebagai bentuk keprihatinan pihak berwenang setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi berdurasi 17 menit itu menunjukkan pelaku memasuki sebuah masjid dan langsung mengeluarkan senjata laras panjang ketika sampai di depan pintu. Ia pun masuk dan mulai menembaki setiap orang yang ia lihat di dalamnya.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan dirinya masih ingin berdiskusi lebih lanjut dengan Facebook mengenai siaran langsung.
Hal ini juga dilakukan Youtube yang memastikan menghapus semua rekaman video pembunuhan di dua masjid Selandia Baru di platform mereka. Komitmen itu disampaiakn melalui akun Twitter resmi mereka. (eks)