Brio Satya Bisa Irit 30,1 Km per Liter tapi Ada Syaratnya

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 11:01 WIB
Brio Satya Bisa Irit 30,1 Km per Liter tapi Ada Syaratnya Honda Brio Satya. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Efisiensi bahan bakar merupakan salah satu faktor penting dalam program Low Cost Green Car (LCGC). Dalam regulasi LCGC telah diatur mobil bensin paling tidak sanggup 20 km per liter, namun Honda Brio Satya ternyata punya kemampuan jauh di atas itu.

Buat membuktikannya, Honda Prospect Motor (HPM) mengadakan sesi khusus pada Kamis (21/3) untuk mengetahui seberapa irit Brio Satya di tangan jurnalis. Sejumlah media termasuk CNNIndonesia.com ikut dalam pengujian tersebut.

Rombongan memulai perjalanan dari pabrik Honda di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Setelah itu haluan diarahkan menuju Bogor dan memutar balik untuk finis di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.



Honda Brio Bisa Irit 30,1 Km per Liter tapi Ada SyaratnyaHonda Brio Satya. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Pengujian keiritan bahan bakar Brio Satya tidak berbelit. Penghitungannya dilakukan berdasarkan keterangan yang tertera pada layar MID di hadapan pengemudi.

Semua Brio Satya yang diuji bertransmisi CVT. CNNIndonesia.com berada di kabin salah satu unit bersama dua rekan jurnalis dari media yang berbeda dan tim kami memutuskan pengujian Brio Satya berkelir ungu yang digunakan hanya dilakukan oleh satu sopir selama perjalanan.

Saat melaju, kecepatan rata-rata yaitu 50 - 70 km per jam. Sopir kami selalu berusaha menjaga buka dan tutup gas teratur serta kondisi pada tachometer tidak melebihi 1.500 rpm.

Catatan pada pengujian kali ini Brio Satya sempat dikemudikan tanpa menyalakan AC.

Usaha mengorbankan kenyamanan itu bikin Brio Satya punya hasil konsumsi bahan bakar yang terus meningkat. Pada layar MID tertera rata-rata konsumsi bahan bakar mesin berkubikasi 1.200 cc ini terus naik selama perjalanan, semula 24 km per liter, lalu naik menjadi 26 km per liter hingga pada titik finis hasilnya 29,4 km per liter.

Rata-rata konsumsi bahan bakar mobil yang kami tumpangi sempat naik turun lantaran terjebak kemacetan dan kami memutuskan menyalakan AC di tengah perjalanan. Kondisi konsumsi bahan bakar naik-turun juga terjadi kala melintasi jalanan tidak rata dan tanjakan.

Selama sesi pengujian hasil terbaik yang dicapai tim jurnalis yakni 30,1 km per liter dengan catatan tanpa menyalakan AC sepanjang perjalanan. Tim lain yang menguji dengan kondisi selalu menyalakan AC mendapatkan hasil terbaik 27,2 km per liter.

(ryh/fea)