Brendan Greene, Sosok 'PlayerUnknown' di Balik PUBG

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 14:43 WIB
Brendan Greene, Sosok 'PlayerUnknown' di Balik PUBG Brendan Greene, sosok pengembang gim PUBG. (Foto: Alberto E. Rodriguez/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gim ber-genre royale battle, PlayerUnkwon's Battlegrounds (PUBG) belakangan kian populer di kalangan gamer. Namun, PUBG belakangan menjadi buah bibir setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengeluarkan fatwa haram.

Lalu, siapa sebenarnya sosok di balik gim PUBG?

Sosok Brendan Greene mungkin tak pernah menduga jika gim buatannya PUBG akan populer dan menuai pro kontra dari banyak kalangan. Film 'Battle Royale 2000' mengispirasi Greene untuk mengembangkannya menjadi video gim PUBG.


Sebelum dikenal sebagai pembesut gim, pria kelahiran Irlandia ini pernah hijrah ke Brasil dengan menekuni karir sebagai fotografer dan pengembang web. Namun, ia hanya menghabiskan waktu selama dua tahun di Brasil hingga memutuskan untuk kembali tanah kelahirannya untuk mengikuti 'hasrat' terpendam sebagai pembuat gim.

Greene sebenarnya juga sosok gamer sejati. Ia kerap memainkan sejumlah judul gim seperti Delta Force" Black Hawk Down dan America's Army.

Selain PUBG, Greene yang dikenal dengan nama PlayerUnkown ini juga menjadi sosok penting di balik gim DayZ: Battle Royale. Sama halnya dengan PUBG, judul film yang sama juga menginspirasi Greene untuk menciptakan gim ber-genre royale battle tersebut.

Bisa dikatakan, DayZ sebagai gim favorit besutan Greene lantaran menampilkan simulasi militer secara realistis dan membuatnya belajar pemrograman. Gim ini juga menginspirasi Greene untuk membuat permainan 'baku tembak' multipemain, alur permainan yang diulang, dan peta permainan yang kecil sehingga mudah dihafal.

DayZ: Battle Royale juga menuai sukses di pasaran dan menjadi titik balik kehidupan Greene sebagai pembesut gim.

Brendan Greene, Sosok 'PlayerUnkown' di Balik Gim PUBGTampilan antarmuka PUBG. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Mengutip Fragbite, perusahaan gim asal Korea Selatan Bluehole tertarik dengan permainan yang dibuat oleh Greene. Bluehole kemudian menawarkan Greene untuk bergabung dan menempati posisi sebagai creative director. Pria kelahiran tahun 1976 ini pun menerima tawaran tersebut.

Kesuksesan DayZ: Battle Royale mendorong Greene untuk menciptakan sesuatu dengan aspek yang lebih serampangan agar pemain tak mudah menerka jalan cerita dengan tingkat kesulitan tinggi. Kompetisi gim DayZ bernama Survivor GameZ yang disiarkan langsung melalui YouTube menginspirasinya untuk membuat gim serupa yang bisa dimainkan oleh banyak orang.

Tahun 2016 menjadi titik awal peredaran PUBG di kompetisi gim dunia. Saat itu, Greene dan tim mulai mengembangkan PUBG secara menyeluruh untuk dinikmati oleh masyarakat di seluruh lapisan.

Selang setahun, tepatnya 23 Maret 2017 PUBG dirilis secara resmi di toko gim, Steam. Dalam waktu enam bulan sejak dirilis, PUBG telah terjual sebanyak 50 juta kopi di PC dan Xbox One. Selain itu, PUBG juga masuk jajaran gim populer di Steam setelah Dota 2 dan Counter Strike: Global Offensive.

Setelah mencapai kerja sama dengan Tencent Games, dua judul gim PUBG dirilis untuk perangkat Android dan iOS di China pada 9 Feruari 2018. PUBG mengantongi 75 juta pendaftar di hari pertama rilis yang menjadikannya gim dengan pendaftar terbanyak di China.

Setelah China, kemunculan PUBG di perangkat mobile diperluas ke Kanada. Gim serupa kemudian dirilis secara global pada 19 Maret 2018.

Setelah lima tahun berkutat dengan gim PUBG, Greene memulai proyek gim baru di bawah divisi 'PUBG Special Projects'. Greene menggambarkan proyeknya itu sebagai sesuai sesuatu yang benar-benar baru.

"Pengalaman dan ranah daring bisa menghubungkan kita dengan cara yang saya impikan ketika pertama kali duduk di depan komputer 30 tahun lalu. Dan mimpi-mimpi untuk menghubungkan orang lain itulah yang mendorong kami menggarap PUBG Special Project," tulis Greene sepert PC Gamer.

[Gambas:Video CNN]
(din/evn)