Asus: Serangan Malware Sasar Organisasi Internasional

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 20:38 WIB
Asus: Serangan Malware Sasar Organisasi Internasional Ilustrasi laptop Asus. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asus Indonesia mengungkap serangan malware yang diperkirakan Kaspersky memengaruhi 500 ribu pengguna di seluruh dunia menggunakan metode Advanced Persistent Threat (APT).

Metode ini melakukan serangan siber skala nasional yang dilakukan oleh kelompok tertentu dan ditujukan kepada negara tertentu dengan target organisasi atau entitas internasional, bukan konsumen langsung.

Dalam keterangan resmi, Asus menerangkan jika APT bertindak seperti halnya peretas lain yakni dengan mencuri data hingga merusak infrastruktur. Namun, peretas telah menarget korban selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.


Malware yang menyerang perangkat dibuat untuk beradaptasi dan kerap menarget ulang korban yang sama.

Asus memastikan pihaknya telah merilis pembaruan aplikasi khusus 'Live Update' versi 3.6.8 agar pengguna mendapat driver dan firmware versi teranyar. Pembaruan ini dilengkapi dengan sistem verifikasi, enkripsi, dan keamanan yang lebih baik untuk memastikan tidak ada aplikasi berbahaya yang disusupkan ke perangkat.

"Serangan APT pada server Live Update membuat sejumlah kecil perangkat terinfeksi oleh aplikasi berbahaya yang diketahui menargetkan serangan pada pihak tertentu," tulis Asus dalam keterangannya.

Asus mengimbau pengguna yang merasa terinfeksi oleh aplikasi berbahaya untuk segera menghubungi pusat servis resmi terdekat.

Pada Senin (25/3), Kaspersky Lab merilis laporan terkait serangan malware yang dilakukan oleh peretas dari alat pembaruan Asus Live Update Utility. Kaspersky mengatakan serangan itu terjadi antara Juni dan November 2018 yang dilakukan oleh peretas bernama Operation ShadowHammer.

"Vendor terpilih adalah target yang sangat menarik bagi kelompok APT [ancaman persisten lanjutan] yang mungkin ingin memanfaatkan basis pelanggan mereka yang luas," kata Direktur Tim Penelitian dan Analisis Global Kaspersky Lab, Vitaly Kamluk.

Peneliti Kaspersky Lab pertama kali mendeteksi malware pada mesin pelanggan Asus tanggal 29 Januari lalu. Mereka menemukan bahwa lebih dari 57.000 pelanggan Kaspersky telah terinfeksi. (evn/evn)