2 Bulan DP Nol Persen, Penjualan Mobil justru Anjlok

ray, CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 09:45 WIB
2 Bulan DP Nol Persen, Penjualan Mobil justru Anjlok Pameran otomotif IIMS 2018. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebijakan DP nol persen kendaraan sejak awal Januari 2019 tak mampu mendongkrak penjualan kendaraan roda empat atau lebih. Dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Februari 2019 jumlahnya hanya 163.675 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu mencapai 190.351 unit.

Pasar otomotif dalam negeri mengalami penyusutan pasca diberlakukannya keringanan uang muka (down payment/DP) nol persen seperti tertera dalam Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018, tertanggal 27 Desember 2018.

Menanggapi kondisi ini, Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan DP nol persen kendaraan belum menjadi 'penyemangat' penjualan otomotif. Salah satu kendala bertepatan waktu menjelang Pemilihan Presiden yang diketahui bakal berlangsung pada 17 April 2019.


Menurut pria karib disapa Soerjo itu, banyak pihak yang menundan untuk membeli mobil.

"Belum (ada dampak). Karena masih suasana Pilpres ya," kata Soerjo kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (28/3).

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menjelaskan aturan keringanan pembelian kendaraan bukan faktor yang bisa mendongkrak penjualan.

Kebijakan tersebut hanya memberikan keleluasaan bagi konsumen yang tertarik memanfaatkannya, namun sifatnya terbatas karena tidak semua leasing bisa memanfaatkan aturan tersebut.

Kebijakan OJK itu sangat selektif dan hanya berlaku bagi perusahaan pembiayaan yang memiliki rekam kredit macet kurang dari 1 persen.

"Yang kami tahu kebanyakan nol persen adalah nasabah bank bersangkutan yang sudah diketahui kemampuan keuangannya," kata Jonfis.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengaku pihaknya lebih memilih menawarkan program lain yang lebih menguntungkan, misalnya DP kendaraan tinggi dan bunga rendah.

Menurutnya DP nol persen tidak semua konsumen yang tertarik menggunakan fasilitas itu.

"Kami belum terapkan DP nol persen. Kami masih lihat situasi juga, lagi nunggu seperti setelah Pilpres dan akan evaluasi pasar juga. Kalau DP nol persen belum, tapi kami udah berikan DP 10 persen dan lima persen untuk pembeli corporate," tutup Harjanto.

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)