Indonesia Ditargetkan Ekspor 450 ribu Mobil pada Tahun ini

Febri Ardani | CNN Indonesia
Senin, 01 Apr 2019 09:03 WIB
Pada tahun lalu total ekspor mobil Indonesia menyentuh 346 ribu atau senilai USD4,78 miliar. Ratusan mobil Toyota yang siap di ekspor berada di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara (5/9). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginginkan ekspor mobil dari Indonesia bisa mencapai 450 ribu unit pada tahun ini. Target itu naik dari hasil pada 2018 yakni 346 ribu unit atau setara USD4,78 miliar.

"Tahun kemarin, ekspor mobil CBU sudah menyentuh di angka 264 ribu unit, dan yang bentuk CKD sekitar 82 ribu unit, sehingga total menembus 346 ribu unit. Tahun ini ditargetkan bisa menembus 400-450 ribu unit," ungkap Airlangga Hartarto dalam siaran resmi Kemenperin Jumat (29/3).

Kontributor ekspor mobil terbesar dari Indonesia adalah Toyota Indonesia Motor Manufacturing (TMMIN). Menurut laporan TMMIN pada tahun lalu ekspor mereka menyentuh 206.600 unit dalam bentuk Completely Built Up (CBU).

Pada 2018, Indonesia sanggup memproduksi kendaraan roda empat atau lebih sejumlah 1,34 juta unit atau setara USD13,76 miliar. Airlangga menyebut pada 2020 produksinya bisa ditingkatkan menjadi 1,5 juta unit.

Dia juga menjelaskan Indonesia yang selama ini jadi basis produksi MPV, truk, dan pikap akan diarahkan meningkatkan ekspor dengan target besar sebagai pemasok sedan dan SUV. Salah satu pasar yang dikatakan terbuka untuk dipenetrasi adalah Australia.

Indonesia juga sudah disiapkan menjadi basis produksi mobil-mobil yang masuk dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Pada 2025, sekitar 20 persen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri merupakan berbasis teknologi listrik.

"Industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam road map Making Indonesia 4.0, yang ditargetkan pada tahun 2030 dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle (EV) untuk pasar domestik dan ekspor," ucap Airlangga.

Toyota Eksportir Terbesar

Mengawali 2019, ekspor kendaraan utuh atau Completely Build-Up (CBU) bermerek Toyota sepanjang dua bulan pertama (Januari - Februari) tetap tumbuh positif sebesar 4 persen dengan volume 30.550 unit dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yang berjumlah 29.500 unit, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Model SUV Fortuner kembali menjadi primadona ekspor CBU kendaraan bermerek Toyota dengan total pengapalan sebanyak 7.890 unit atau berkontribusi sebesar 26 persen sepanjang bulan dua bulan pertama 2019.

Kontributor kedua adalah model hatchback Agya (atau disebut Toyota Wigo di negara tujuan ekspornya) dengan volume sebanyak 5.900 unit (19 persen) dari total performa ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota. Tempat ketiga diduduki oleh model SUV kecil Rush dengan total 5.330 unit (17 persen).

Selain tiga model ekspor favorit tadi, model-model CBU bermerek Toyota produksi Indonesia yang juga turut meramaikan pasar internasional adalah Vios 3,270 unit, Avanza 4.180 unit, Town Ace/ Lite Ace 2.280 unit, serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total 1.700 unit.

"Kondisi ekonomi global saat ini sangat kurang menguntungkan. Namun demikian, kami tetap berupaya untuk menjaga konsistensi kinerja ekspor agar tetap tumbuh positif. Hal ini salah satunya didukung oleh kekuatan brand Toyota yang memberikan jaminan kualitas bagi pelanggan di berbagai belahan dunia," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam.

"Pertumbuhan di dua bulan pertama ini merupakan sebuah permulaan yang cukup baik dalam memberikan optimisme bagi pencapaian kinerja ekspor yang positif. Kami menargetkan pertumbuhan ekspor tahun 2019 ini naik di atas 5 persen," tutup Bob Azam. (fea/mik)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER