Grab Venue, Permudah Penumpang dan Sopir di Titik Jemput

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 02:50 WIB
Grab Venue, Permudah Penumpang dan Sopir di Titik Jemput Fitur Grab venues. (Foto: Dok. Grab Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab memperkenalkan fitur yang memudahkan penumpang dan pengemudi untuk sampai di titik penjemputan. Fitur bernama 'venue' akan mengarahkan penumpang untuk menuju ke titik penjemputan.

Aplikasi Grab akan memberikan panduan visual (foto) kepada penumpang dan teks untuk bisa menuju ke tempat penjemputan terdekat.

"Venues ini sebenernya sebagai navigasi kita menuju titik hijau tersebut. Misal saya orang asing baru datang ke Bandara Soetta dan tidak tahu di dalam nya seperti apa," kata Heads of Map Ops for Grab Indonesia Ariek Wibisono di Restauran Seroeni, Jakarta, Selasa (2/4).


Ariek mengklaim kemunculan fitur ini bisa mengurangi jarak pertemuan dan waktu tunggu penjemputan hingga 40 persen. Ia menyebut venues akan menuntun penumpang untuk tiba di titik penjemputan yang harus dituju.

Hingga saat ini, Ariek mengatakan fitur venues sudah tersedia di 600 titik di Asia Tenggara dengan 300 diantaranya berada di area Jabodetabek.

Khusus di Jakarta, titik penjemputan hanya tersedia di sejumlah bangunan khas seperti pusat perbelanjaan antara lain Mall Grand Indonesia, Lippo Mall Puri, ITC Cempaka Mas, dan bandara Soekarno-Hatta. Di awal April, fitur ini baru bisa digunakan oleh 10 persen pengguna dan rencananya bisa digunakan sepenuhnya di akhir April mendatang.

"Target akhir April di Jabodetabek bisa 100 persen. Step by step sekitar 10 persen untuk awal bulan ini dan akhir bulan bisa 100 persen," kata Ariek.

Pada tahap uji coba ini, Grab mengatakan Maps Ops telah menyiapkan tim untuk mendengarkan umpan balik dari pengguna.

"Akan ada satu tim untuk mendengarkan respons pelanggan. Pengguna bisa melaporkan kalau petunjuk di fitur venue berubah, akan ada tim Map Ops yang membetulkan," jelas Map Ops Senior Associate for Indonesia at Grab, Channy Putradika.

Channy mengatakan Map Ops menargetkan bisa menjangkau titik penjemputan di luar Jabodetabek pada pertengahan tahun. Fitur ini ditargetkan bisa mengumpulkan data terkait foto dan bangunan khas setempat dari 140 orang. (din/evn)