Kisah Pengemudi Ojol yang Kerap Gratiskan Ongkos Penumpang

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 19:12 WIB
Kisah Pengemudi Ojol yang Kerap Gratiskan Ongkos Penumpang Darno, pengemudi ojol yang kerap berikan ongkos gratis ke penumpangnya (Grab Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Darno, adalah salah satu mitra pengemudi ojek online GrabBike yang beroperasi di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Selatan. Darno memiliki kebiasaan unik yang dilakukannya setiap Jumat. Pada hari tersebut, setiap tumpangan yang diterima Darno akan ia gratiskan, tidak peduli siapapun yang ia antar, tua ataupun muda.

Aksi ini dilakukan Darno sebagai bentuk ibadah, serta pahalanya yang diperuntukan bagi orang tuanya.

"Saya berjanji dan bersumpah kepada diri saya sendiri, mengenai hal ini. Saya berdoa agar niat baik dan ibadah saya ini dapat diberikan kepada orang tua, khususnya untuk ibu saya," kata Darno, seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/4).


"Hal ini saya lakukan bukan untuk mengharapkan sesuatu, tetapi hanya ridho Tuhan Yang Maha Esa. Saya mendapat panggilan hati pribadi untuk membalas pengorbanan orang tua saya, terutama ibunda saya di Banyumas," lanjutnya.

Ibu Darmo tinggal di kampung halamannya seorang diri. Oleh karena itu, Darmo berharap pahala baiknya dapat memberi kebahagiaan bagi sang Ibu.

Berbagai respon ia terima terkait kebiasaannya menggratiskan perjalanan untuk pelanggannya. Sebagian besar menganggapnya aneh karena tidak mau menerima bayaran.

"Dibayarnya nanti saja di akhirat," ujar Darno, memperagakan kisahnya.

Salah satu respon yang paling berkesan, adalah ketika ia mengantarkan seorang pegawai menuju kantornya. Ketika sampai, penumpang sempat kaget dan memaksa untuk membayar. Akhirnya, penumpang tersebut mencium tangan Darno, dan mengirimkan pesan teks bertuliskan: 'Terima kasih banyak Mas, semoga panjang umur.'

Sebelum menjadi mitra GrabBike, pagi dan siang hari pria kelahiran 1976 ini bekerja sebagai tukang bangunan, sementara di malam hari ia menjadi penjaga toko bangunan. Darmo bergabung dengan GrabBike pada Juli 2018, dan sejak menjadi Mitra, ia merasa bahwa penghasilannya sebagai Mitra sudah lumayan. Kini ia bekerja sebagai tukang bangunan di pagi hari, dan mulai mengangkut penumpang mulai jam 5 sore. Darmo banyak mendapat pengalaman baru, dan senang bertemu pelanggan dengan watak beragam.

"Saya banyak belajar memahami karakter orang ketika nge-Grab. Ada yang ramah memberikan senyuman, baik hati, walau ada juga yang kurang menyenangkan. Bagi saya, semua ini menjadi pengalaman seru dan menyenangkan," ujar Darno

Darno kini tinggal bersama Istri, dan seorang anak yang sedang kuliah. Pekerjaannya sebagai Mitra GrabBike memungkinkannya untuk mengunjungi ibunya selama sepekan untuk melepas rindu.

"Berkat penghasilan dari Grab dan profesi saya sebagai tukang bangunan, saya dapat mengunjungi Ibu saya di Banyumas kemarin selama seminggu. Alhamdulillah Ibu saya masih sehat," tutup Darno. (lea/eks)